Jusuf Kalla Minta Ajaran Ekonomi Syariah Tidak Dipersulit

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan pidato pada United Nations Climate Action Summit 2019 dalam rangkaian Sidang Umum PBB ke-74 di markas besar PBB,  New York, Amerika Serikat, Senin 23 September 2019 waktu setempat. ANTARA FOTO/Reuters/Carlo Allegri

    Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan pidato pada United Nations Climate Action Summit 2019 dalam rangkaian Sidang Umum PBB ke-74 di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin 23 September 2019 waktu setempat. ANTARA FOTO/Reuters/Carlo Allegri

    TEMPO.CO, Ponorogo - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pengasuh Pondok Pesantren Modern Darussalam untuk meningkatkan kualitas pendidikan ekonomi syariah di lingkungan pesantren. Salah satunya dengan tidak mempersempit pengajarannya kepada para santri maupun santriwati.

    "Apabila berbicara ekonomi syariah tentu bicara tentang muamalah. Selama tidak haram berarti halal dan jangan dipersulit," kata Jusuf Kalla saat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Dalam kesempatan itu, JK juga menyampaikan agar Pondok Gontor yang mempelopori pesantren modern lebih mengembangkan pendidikan yang mengarahkan santri untuk belajar berwirausaha. Adapun tujuannya guna meningkatkan kemandirian untuk modal mengarungi kehidupan pada masa mendatang.

    Untuk mencapai tujuan itu, Wakil Presiden meresmikan Gedung Center of Islamic Economic Studies (CIES) di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Salah satu program studi yang dibuka dalam program itu terkait wakaf.

    Rektor UNIDA Gontor Prof Dr. Amal Fathullah Zarkasyi menyatakan bahwa wakaf merupakan landasan yang diterapkan para pendiri untuk pengembangan pesantren. Untuk lahan, misalnya, dari awalnya atau tahun 1958 hanya seluas 16 hektare setelah diwakafkan menjadi 1.300 hektare.

    Program wakaf yang dijalankan Pondok Gontor, Amal menyatakan dengan bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Badan Wakaf Indonesia. Melalui kerjasama itu diharapkan turut mengembangkan ekonomi syariah. "Hal ini perlu kesadaran kita untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan ekonomi syariah," ujar Amal.

    Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Gontor hari ini untuk bersilaturahmi dengan pimpinan, pengasuh dan santri Pondok. Selain itu, JK juga meresmikan Menara Masjid Jami’ dan Gedung Center of Islamic Economic Studies (CIES) Universitas Darussalam Gontor.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.