EBT Harga Terjangkau, Pesan Jonan untuk Menteri ESDM Selanjutnya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM, Ignasius Jonan menyerahkan penghargaan ini secara langsung kepada para pemenang dalam acara Malam Penganugerahan Penghargaan Subroto pada Jumat malam, 27 September 2019, di XXI Ballroom Djakarta Theatre.

    Menteri ESDM, Ignasius Jonan menyerahkan penghargaan ini secara langsung kepada para pemenang dalam acara Malam Penganugerahan Penghargaan Subroto pada Jumat malam, 27 September 2019, di XXI Ballroom Djakarta Theatre.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yakin pada tahun 2020, 100 persen seluruh wilayah Indonesia diterangi listrik.

    "Harapan kami nanti di tahun 2020 itu bisa selesai di 100 persen. Saudara-saudara kita semua itu bisa menikmati penerangan," kata Jonan di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Menurut Jonan, untuk mendekati angka 100 persen akan semakin sulit, karena daerah yang dijangkau akan semakin pelosok dan terpencil.

    Jonan menantang kepada Menteri ESDM periode selanjutnya agar bisa memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) dengan harga yang terjangkau. Dia yakin EBT adalah solusi dalam mengatasi polusi udara yang disebabkan penggunaan energi fosil yang berlebih. "Nah tugas kita bersama bagaimana menggunakan energi ini dengan harga terjangkau," tambahnya.

    Jonan, berharap pembangkit listrik nantinya menggunakan EBT yang akan mengurangi emisi gas buang. Dengan menggunakan teknologi yang kompetitif, biaya produksi EBT dapat ditekan agar menjadi lebih murah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.