Rupiah Ditutup Melemah 11 Poin, Intervensi BI Kurang Memuaskan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta -Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore melemah meski Bank Indonesia telah melakukan intervensi di pasar. Rupiah ditutup melemah 11 poin atau 0,08 persen menjadi Rp 14.173 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.162 per dolar AS.

    Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu, mengatakan pascarilis Indeks Penjualan Riil (IPR) yang hanya tumbuh 1,1 persen (yoy) pada Agustus dibandingkan Juli di 2,4 persen (yoy), Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan domestic nondeliverable forward (DNDF).

    "Intervensi tersebut kurang memuaskan akibat memanasnya kembali perang dagang antara AS dan Cina serta masalah Brexit yang sampai saat ini belum ada kepastian secara hukum," ujar Ibrahim.


    Namun, lanjutnya, keterlibatan BI yang terus memantau dan mengawasi perdagangan valas dan obligasi, perlu diberi apresiasi oleh pelaku pasar sehingga pelemahan mata uang Garuda tidak terlalu signifikan.

    Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp 14.170 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.170 per dolar AS hingga Rp14.185 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.182 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.170 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.