Harga Gas Naik, Dekarindo: 14 Industri Sarung Tangan Karet Tutup

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau hasil sadapan karet usai Silaturahmi Bersama Petani Karet di Perkebunan Rakyat Desa Lalang, Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu, 9 Maret 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau hasil sadapan karet usai Silaturahmi Bersama Petani Karet di Perkebunan Rakyat Desa Lalang, Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu, 9 Maret 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) menyatakan kenaikan harga gas akan membuat kinerja industri sarung tangan karet semakin tertekan. 

    Menurut Dekarindo, kenaikan harga gas sebelumnya telah membuat 14 dari 15 industri sarung tangan karet di Medan, Sumatra Utara gulung tikar.

    “Menurut saya, kalau (kontribusi gas pada biaya produksi) untuk industri sarung tangan karet bisa 30 persen,” kata Ketua Dekarindo Azis Pane kepada Bisnis, Rabu 25 September 2019.

    Dekarindo mendata pabrikan sarung tangan karet di dalam negeri hanya ada enam unit dengan kapasitas terpasang yang tidak berubah sejak 2014 yakni 12.000 ton per tahun. Adapun, utilitas produksi pada 2018 anjlok dari level 80,5 persen pada tahun sebelumnya menjadi 75 persen atau sebanyak 9.500 ton.

    Azis mengatakan banyaknya pabrikan sarung tangan karet yang gulung tikar juga disebabkan oleh minimnya pasokan bahan baku produk tersebut yakni karet lembaran asap (ribbed smoked sheet/RSS). Adapun, RSS adalah produk tengah karet dengan nilai tertinggi.

    Walaupun memegang gelar produsen karet alam terbesar di dunia, Azis mengatakan industri tengah karet tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi RSS. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya produktivitas karet alam lokal dan keadaan infrastruktur di sekitar perkebunan karet di dalam negeri.

    Azis mengatakan getah karet yang menjadi bahan baku pembuatan RSS tidak boleh menggumpal. Adapun, kondisi jalanan di sekitar perkebunan karet yang bergelombang membuat getah karet sangat mudah menggumpal saat dipindahkan ke laur area perkebunan.

    Dia menyatakan minimnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan industri karet membuat produktivitas produksi getah karet domestik tidak stabil. Azis memberikan contoh bahwa fluktuasi harga karet membuat para petani tidak memberikan perhatian penuh terhadap produktivitas getah.

    Menurutnya, gas berkontribusi sekitar 30 persen dari total biaya bagi industri sarung tangan karet, sedangkan bagi industri karet lainnya berkisar antara 2,3 persen -6 persen. Azis menilai tarif gas untuk industri sarung tangan karet seharusnya diturunkan lantaran kebutuhan sarung tangan karet oleh rumah sakit cukup banyak.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.