Gandeng Swiss Stadler Rail, Inka Bangun Pabrik USD 100 Juta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka menargetkan dapat memproduksi 125 gerbong per tahun pada pembangunan pabrik tahap pertama di Banyuwangi. 

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan pembangunan pabrik tersebut akan membantu pengembangan sistem transportasi di dalam negeri. Dia menilai hasil produksi pabrik tersebut dapat dipasarkan di pasar global. 

    “Investasi ini sangat mendukung program pembangunan sarana transportasi di Indonesia. Apalagi, volume penumpang kereta api terus mengalami peningkatan setiap tahunnya,” katanya, seperti dilansir Bisnis.com, Senin 23 September 2019.

    Pabrik senilai US$100 juta tersebut akan dikelola perusahaan patungan antara Inka dengan Swiss Stadler Rail. Pabrik ini dibangun di atas tanah seluas 83 hektare (ha).

    Inka berjanji menjadi pembeli utama hasil produksi pabrikan baru. Adapun pabrik tersebut ditargetkan rampung pada tahun depan. Pabrik ini dapat memproduksi 1.000 gerbong per tahun pada fase terakhir. 

    Pembangunan pabrik tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, Stadler Rail berencana mendirikan sekolah vokasional perkeretaapian di dalam negeri. 

    Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan pabrik baru akan dibangun di Banyuwangi lantaran dekat dengan pelabuhan. Budi berharap pembangunan pabrik berorientasi ekspor tersebut dapat meringankan defisit neraca pembayaran berjalan dengan tingginya konten lokal yang diproduksi perseroan.

    “Regulasi TKDN [tingkat komponen dalam negeri] tidak menyusahkan, justru kami senang. Kalau desain juga dimasukkan, TKDN sudah hampir 90 persen,” ujarnya kepada Bisnis.

    Budi menambahkan pabrik baru tersebut akan memiliki kapasitas produksi 2—3 kereta/hari. Namun demikian, Budi berujar akan menggenjot kapasitas produksi hingga 3—4 kereta/hari untuk memenuhi maraknya permintaan di pasar global. 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.