PUPR: Tol Layang Jakarta-Cikampek II Beroperasi November 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pembangunan Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. Gerbang tol tersebut dibangun untuk  menggantikan Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sehingga dapat mengurangi kepadatan antrian kendaraan terutama pada arus mudik lebaran 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara pembangunan Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. Gerbang tol tersebut dibangun untuk menggantikan Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sehingga dapat mengurangi kepadatan antrian kendaraan terutama pada arus mudik lebaran 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II akan beroperasi pada akhir November 2019 sehingga bisa turut memperlancar arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020.

    "Ini merupakan pekerjaan besar. Ada sekitar 9.000 tiang pancang yang dibuat dalam pembangunan tol ini. Tol Layang Japek II juga akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, karena semuanya elevated. Tol ini juga diiawasi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Pada 23 September 2019 akan dimulai uji beban sehingga kami rencanakan pada November 2019, Insya Allah bisa operasional," ujar Menteri Basuki dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, 20 September 2019.

    Dia mengatakan tol ini sangat ditunggu oleh masyarakat. Presiden Joko Widodo juga menaruh perhatian besar terhadap penyelesaian ruas tol ini karena akan menunjang kelancaran mobilitas angkutan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok ke kawasan industri di Cikarang, Karawang dan Cibitung maupun ke arah Bandung dan Tol Trans Jawa.

    Sebelum dioperasikan, Tol Layang Jakarta-Cikampek II akan dilakukan uji beban dengan menggunakan 16 truk dengan beban masing-masing 40 ton terdiri dari uji statis dan dinamis.

    Tol Layang Japek II akan menambah kapasitas Tol Japek yang ada di bawahnya serta memisahkan antara arus lalu lintas (lalin) jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh menggunakan Tol Layang Japek II.

    Tol Layang Japek II berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Pengusahaannya dilakukan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga.

    Menteri Basuki memberikan apresiasi kepada PT Jasa Marga, para kontraktor yakni PT Waskita Karya, PT ACSET dan PT Bukaka dan konsultan Tol Layang Japek II yang dapat menyelesaikan pembangunan sesuai target. Sebab, selain konstruksi layang, pekerjaannya dilakukan bersamaan dan berdekatan dengan pembangunan infrastruktur lain yakni Kereta Cepat Jakarta - Bandung, Kereta Ringan Jabodetabek (light tail transit) dilakukan di atas jalan tol eksisting yang beroperasi.

    "Pekerjaan berhasil diselesaikan dengan window time yang sempit dan tidak boleh ada pekerjaan pada  Sabtu dan Minggu. Selain itu faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga diperhatikan dengan baik sehingga bisa zero accident atau tidak ada kecelakaan kerja yang fatal. Harmonisasi juga berhasil dilakukan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.