Pengusaha Tolak Orang Politik di Menteri Ekonomi Kabinet Jilid 2

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Menteri Ekonomi dan Energi Republik Federal Jerman Peter Altmaier dalam kunjungannya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Pertemuan tersebut di antaranya membahas rencana kerja sama Jerman untuk mempelajari industri <i>startup</i> yang berkembang di Indonesia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Menteri Ekonomi dan Energi Republik Federal Jerman Peter Altmaier dalam kunjungannya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Pertemuan tersebut di antaranya membahas rencana kerja sama Jerman untuk mempelajari industri startup yang berkembang di Indonesia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia atau HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan keinginan para pengusaha dalam Kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi, terutama menteri - menteri sektor perekonomian bukan dihuni oleh orang politik. Melainkan, kata dia,  harus diisi oleh kaum profesional yang mengerti keadaan pasar Indonesia.

    "Kita ke depan berharap bahwa menteri-menteri yang ada di kabinet ekonomi ini adalah menteri-menteri yang betul-betul profesional dan non partai atau bukan merupakan kader partai. Supaya tidak ada kepentingan apa - apa di sana," kata Sarman di kawasan Tanah Abang, Kamis, 12 September 2019.

    Dia mengungkapkan, menteri perekonomian nantinya harus bisa menerjemahkan kemauan dari Presiden dan disinkronisasi dengan keinginan pasar untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. "Makanya kita harapkan betul betul menteri yang punya visi yang betul betul mampu menterjemahkan apa yang diinginkan presiden," ucapnya.

    Sarman menuturkan, pemilihan menteri ekonomi yang tepat nanti akan tercermin oleh respon pasar yang menjadi positif atau negatif. Seperti naik turunnya nilai Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG, dan kenaikan nilai rupiah. "Bahwa memang figur-figur kabinet itu nanti adalah figur yang direspon positif oleh pasar dan diyakini mereka akan mampu bagaimana menjawab berbagai tantangan permasalahan ekonomi ke depan," tuturnya.

    Sarman menjelaskan, jika menteri ekonomi dari kaum partai politik, pastinya akan memegang beban moral dan memikul titipan dari partai pengusungnya.

    Oleh karena itu, menurutnya sangat penting sekali bagi Jokowi memilih figur profesional dari luar partai dan punya kerjasama yang baik kemudian juga menjauhkan ego sektoral . Agar kebijakan yang dikeluarkan ke depannya dapat bersifat netral bagi semua pihak.

    "Ya betul profesional, tapi apapun alasannya mereka punya kepentingan disana. Pasti ada titipan-titipan dari partai itu. Jadi pasti ke depan juga dia tidak akan bisa netral," ujarnya.

    Indikator lain menurut Sarman adalah, menteri ekonomi yang akan menjabat pada Kabinet Jilid 2 nanti harus bisa menjadi eksekutor yang dapat bekerja cepat, tepat dan memiliki kemampuan manajerial yang sangat baik.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.