Maskapai Terjun ke Bisnis Kurir, Jasa Pengiriman Ekspres Tertekan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan menyortir paket di pusat logistik perusahaan pengiriman ekspres, setelah festival belanja online Singles Day, di Harbin, Provinsi Heilongjiang, Cina, 13 November 2017.  REUTERS

    Karyawan menyortir paket di pusat logistik perusahaan pengiriman ekspres, setelah festival belanja online Singles Day, di Harbin, Provinsi Heilongjiang, Cina, 13 November 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perusahaan jasa pengiriman ekspres mengaku tertekan dengan masuknya maskapai penerbangan ke bisnis jasa kurir belakangan ini. Senior consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Widia Erlangga menuturkan maskapai sebagai penyedia ruang kargo seharusnya tidak turut bermain di sektor jasa pengiriman ekspres.

    "Seharusnya sebagai space provider (penyedia ruang kargo) tidak bermain di sektor parcel baik domestik maupun international," ujar Widia, Rabu, 11 September 2019.

    Menurut dia, pemain kurir lainnya bakal kalah jika bersaing dengan anak usaha maskapai. Terlebih maskapai penerbangan itu memiliki armada tersendiri di bisnis kurir tersebut, sementara kurir lainnya tidak.

    Widia mencontohkan Lion Air Group yang membesarkan Lion parcel. Lion Air Group membawahi maskapai Lion Air, Wings Air, Malindo Air, Thai Lion, serta Batik Air.

    Hal serupa dilakukan oleh maskapai pelat merah Garuda Indonesia yang turut bermain di sektor pengiriman ekspres dengan produk Cargo Service Center (CSC) yang memiliki produk Go Express. 

    Layanan ini memberikan pengiriman langsung door to door domestik seperti yang dilakukan oleh Lion Parcel. Kedua maskapai yakni Garuda Indonesia Group serta Lion Air Group merupakan dua maskapai dengan armada terbesar dan melayani rute terbanyak di Indonesia. 

    Lion Air memang tengah serius menggarap pasar kargo. Sayap bisnis ini digadang-gadang menjadi penopang keuangan perseroan di tengah musim sepi penumpang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.