Sri Mulyani Puji Aksi Heroik Pegawainya Saat Kerusuhan Papua

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Ignite The Nation di Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Ignite The Nation di Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan aksi heroik pegawainya saat kantor Bea Cukai di Papua dijarah perusuh. Sri Mulyani menyampaikan kisah itu ketika mengunjungi para pegawai Kementerian Keuangan di Jayapura, Papua. "Kunjungan saya bertujuan memberikan semangat dan dukungan pemulihan kerja jajaran Kemenkeu yang bertanggung jawab untuk menyalurkan dana APBN ke Papua dan Papua Barat," kata Sri Mulyani di akun media sosialnya, Rabu, 11 September 2019.

    Sri Mulyani menceritakan aksi heroik pegawai Bea Cukai saat kantor dijarah oleh perusuh. Kala itu 46 pegawai Bea Cukai harus menyelamatkan diri menumpang ke kapal yang sedang bersandar.

    Namun, dua staf Bea Cukai memberanikan diri pergi ke kantor yang tengah dilalap api. Kedua staf Bea Cukai tersebut Benyamin Adi Ericson Billik (Erico) dan Hery Matatula juga mengambil resiko keselamatan pribadi karena para perusuh masih berkeliaran.

    Kedua pegawai menyelamatkan 19 pucuk senjata dan 2.000 amunisi yang tersimpan di kantor agar tidak direbut oleh para perusuh.

    Di tengah kobaran api, kata Sri Mulyani, mereka harus membobol lemari besi dibantu dua staf cleaning service Maxi Mandosir dan Yoseph Tuku Rantesalu dan dua petugas polisi dari Polsek Iptu Joko Prayogo dan Bripka Eko Iswahyudi. Akhirnya, senjata dan amunisi tersebut berhasil diselamatkan.

    "Saya atas nama Kementerian Keuangan dan negara memberikan penghargaan tinggi dan menaruh rasa hormat kepada Erico dan Hery dan banyak jajaran Kemenkeu lain yang memiliki karakter dan sikap kecintaan luar biasa dalam memenuhi panggilan tugas dan tanggung jawab sebagai aparat sipil negara, yang membuktikan kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar dia.

    Menurut Sri Mulyani, Anggaran APBN 2019 untuk Papua dan Papua Barat sangat besar. Transfer ke daerah dan dana desa termasuk dana otonomi khusus adalah Rp 13,2 triliun untuk Papua dan Rp 8,9 triliun untuk Papua Barat.

    Selain itu Belanja Kementerian Lembaga di Papua tahun anggaran 2019 sebesar Rp 16,4 triliun dan Papua Barat sebesar Rp 8 triliun, sedangkan untuk 2020 Papua sebesar Rp 15,9 triliun dan Papua Barat sebesar Rp 7,9 triliun. Anggaran tersebut termasuk untuk membangun infrastruktur, fasilitas olah raga untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional tahun 2019 sebesar Rp 880 miliar dan tahun 2020 sebesar Rp 950 miliar.

    Dia mengatakan fungsi Kementerian Keuangan sangat penting dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat. Namun, kata dia, kantor-kantor Kementerian Keuangan juga menjadi sasaran perusakan, penjarahan dan bahkan pembakaran oleh para perusuh.

    Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Jayapura habis dibakar para perusuh termasuk mobil kantor, 2 mobil dinas terbakar, 2 mobil dinas rusak, 1 motor dinas rusak dan 16 motor milik pribadi staf, komputer, dan bahkan ijazah dan uang tabungan staf yang tersimpan di kantor ikut terbakar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.