Khawatir Resesi Global, Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp 14.053

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -  Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup melemah dibayangi sentimen eksternal, terutama kekhawatiran terhadap resesi ekonomi global. Rupiah ditutup melemah 18 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 14.053 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.035 per dolar AS.

    "Pasar masih ragu dan menunggu kepastian kebijakan moneter dari hasil pertemuan European Central Bank yang akan dirilis pada Kamis besok," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa, 10 September 2019.

    ECB diprediksi memangkas suku bunga deposito perbankan dan menggelontorkan stimulus, termasuk pembelian obligasi kembali.

    Seperti yang diketahui, pabrik-pabrik di zona Eropa, khususnya di Jerman, sedang berjuang menghadapi perlambatan pertumbuhan sebagai dampak perang dagang AS-Cina sehingga Presiden ECB Mario Draghi tidak akan tinggal diam guna untuk menstabilkan ekonomi zona Eropa.

    Di domestik, Ibrahim meyakini apabila pasar kembali bergolak akibat perang dagang dan Brexit maka bank sentral siap untuk kembali membuat pasar bergairah dengan instrumen bauran kebijakan moneter. Selain itu amunisi terakhir adalah penurunan suku bunga acuan yang sudah dilakukan sebelumnya.

    "Ke depan, BI dan pemerintah akan terus mendorong perekonomian dan pre emptive  serta selalu waspada terhadap kondisi global dan terus membuat kebijakan yang akan mempermudah investor berinvestasi agar bisa masuk ke Indonesia," ujar Ibrahim.

    Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp 14.030 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.026 per dolar AS hingga Rp 14.055 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.031 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.1092 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.