Cina-AS Bertemu Bahas Perang Dagang, IHSG Menguat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mencatatkan penguatan pada awal perdagangan minggu kedua, 9 September 2019. Hingga pukul 10.20 WIB, IHSG tercatat telah menguat 0,25 persen atau menguat 15,76 poin ke level 6.324,717.

    Data RTI menunjukkan, sampai dengan pukul 10.20 WIB, investor asing tercatat melakukan aksi jual atau nett sell sebesar Rp 20,18 miliar. Sedangkan, domestik masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp 2,1 triliun. Sampai saat ini IHSG mampu mencatatkan turn over hingga Rp 2,58 triliun.

    Adapun sepanjang perdagangan, sebanyak 226 saham menguat, 134 saham diam di tempat dan 134 saham mengalami koreksi. Sejak awal perdagangan dibuka, IHSG bergerak dalam rentang 6.306 hingga 6.332.

    Direktur PT. Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan menguatnya perdagangan pada hari ini IHSG diperkirakan masih diwarnai senjumlah sentimen. Pertama adalah sentimen positif akibat rencana pertemuan Amerika Serikat (AS) dan Cina membahas perang dagang.

    "Kementerian Perdagangan Cina pada Kamis pekan ini menginformasikan petinggi juru runding Cina, Liu He berbicara via telpon dengan Menteri Perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Luar Negeri AS Steven Mnuchin," kata Hans dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad 8 September 2019.

    Menurut Hans, kedua pihak tetap sepakat untuk menggelar pertemuan pada awal Oktober guna melanjutkan putaran negosiasi konflik dagang. Rencana pertemuan dan perundingan masih menjadi sentimen positif bagi pasar.

    Selain itu, sentimen positif juga datang dari AS usai lapangan kerja di sana terpantau lebih rendah dari perkiraan, tetapi tingkat upah meningkat. Kondisi itu, membuka spekulasi para investor bahwa The Federal Reserve mungkin akan memangkas suku bunga lebih dari 2 kali tahun ini. "Bulan September diperkisakan The Fed akan kembali melakukan penurunan suku bunga acuan," kata Hans.

    Sementara itu, Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan potensi penguatan IHSG masih berlanjut meski berpotensi terjadi dalam jangka pendek. Ia mengatakan penguatan lanjutan tersebut ditopang oleh capital inflow yang positif sampai saat ini.

    "Selain capital inflow, penguatan IHSG masih didukung oleh stabilnya perekonomian. Diperkirakan dalam jangka menengah hingga panjang IHSG masih dalam jalur uptrends," kata William dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.