KM Santika Nusantara Terbakar, Jasa Raharja Jamin Beri Santunan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah korban kapal terbakar KM Santika Nusantara beristirahat di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 23 Agustus 2019 malam. Sekitar 64 orang penumpang KM Santika Nusantara dievakuasi ke kapal KM Dharma Ferry VII yang sedang melintas saat KM Santika Nusantara terbakar di sekitar perairan Masalembo. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    Sejumlah korban kapal terbakar KM Santika Nusantara beristirahat di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 23 Agustus 2019 malam. Sekitar 64 orang penumpang KM Santika Nusantara dievakuasi ke kapal KM Dharma Ferry VII yang sedang melintas saat KM Santika Nusantara terbakar di sekitar perairan Masalembo. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Jasa Raharja (Persero) menjamin dan memberi santunan kepada penumpang korban Kapal Motor Santika Nusantara yang terbakar di Perairan Masalembu, Jawa Timur, pada Kamis malam lalu.

    "Seluruh penumpang korban kapal terbakar diberi santunan, baik yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka," ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur, Suhadi, Sabtu, 24 Agustus 2019.

    Penumpang, kata Suhadi, terjamin perlindungan dari Jasa Raharja sebagaimana berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 tentang Dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang dan PMK Nomor 15 tahun 2017.

    Adapun santunan korban meninggal dunia untuk masing-masing ahli waris sebesar Rp 50 juta per orang. Sedangkan untuk luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit tempat korban dirawat dengan biaya perawatan maksimal Rp 20 juta.

    Selain itu, Jasa Raharja juga menyediakan manfaat tambahan biaya PPPK maksimal sebesar Rp 1 juta dan ambulans dari tempat kejadian perkara ke rumah sakit sebesar maksimal Rp 500 ribu.

    "Tindakan yang dilakukan petugas Jasa Raharja setelah kejadian telah koordinasi dengan pihak Syahbandar dan rumah sakit atau puskemas untuk menjamin korban luka-luka," ucap Suhadi.

    Sebelumnya, KM Santika Nusantara diinformasikan terbakar di perairan Masalembu pada sekitar pukul 20.45 WIB, Kamis malam, 22 Agustus, saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

    Kapal penumpang jenis roll on - roll off (roro) itu, selain membawa ratusan penumpang, yang jumlahnya sampai sekarang masih belum terkonfirmasi secara pasti, juga memuat 84 unit kendaraan berbagai jenis.

    Juru bicara Basarnas Surabaya Tholib Vatelehan memastikan jumlah korban yang telah dievakuasi tersebut terdata hingga pukul 11.00 WIB hari ini. "Dari 303 penumpang yang kami evakuasi, tiga orang di antaranya meninggal dunia," ujarnya.

    Seluruh korban yang meninggal dunia beserta 52 penumpang selamat saat ini sudah berada di atas Kapal Negara (KN) Cundamani sedang dalam perjalanan evakuasi menuju Surabaya. "Para korban yang dievakuasi KN Cundamani diperkirakan sampai Surabaya pada sekitar pukul 16.00 WIB nanti sore," kata Tholib.

    Adapun puluhan korban kapal terbakar itu tadi malam telah dievakuasi terlebih dahulu ke Surabaya menggunakan dua kapal. Rinciannya yaitu 64 orang menggunakan kapal penumpang KM Dharma Ferry VII, serta 23 orang menggunakan kapal niaga KM Spill Citra.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?