Konsumsi Listrik Naik Peringati HUT RI, PLN Solo Jamin Aman

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi listrik di rumah (pixabay.com)

    ilustrasi listrik di rumah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Solo - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta menjamin pasokan listrik kepada pelanggannya menjelang peringatan hari kemerdekaan aman. Mereka meyakini konsumsi listrik masyarakat akan meningkat.

    Peningkatan konsumsi terkait dengan animo masyarakat dalam memeriahkan momen tersebut. "Banyak masyarakat yang menyambut hari kemerdekaan dengan memasang lampu hias," kata Manager PT PLN Unit Pelayanan Pelanggan Surakarta, Mudhakir, Sabtu 10 Agustus 2019.

    Selain itu, banyak pula perkampungan maupun instansi pemerintah dan swasta yang menggelar panggung pentas seni. Menurut Mundhakir, PLN akan berusaha keras untuk bisa mencukupi pasokan listrik yang dibutuhkan masyarakat.

    "Hingga saat ini cadangan listrik kita masih sangat aman," katanya. Cadangan listrik untuk seluruh Jawa Tengah saat ini masih berada di titik 830 megawatt. Menurut dia, cadangan itu sangat mencukupi.

    Di Solo sendiri beban puncak pemakaian listrik masih berada jauh di bawah cadangan listrik yang dimiliki. "Di UP3 Surakarta ini beban puncaknya masih berada di 399 megawatt," katanya. Sedangkan di Sukoharjo, misalnya, beban puncak hanya berada di angka 186 megawatt.

    Meski terdapat peningkatan konsumsi listrik, Mundhakir mengatakan bahwa jumlahnya tidak terlalu signifikan. "Tergolong kecil," katanya. Apalagi, banyak masyarakat yang memilih memasang lampu hias menggunakan light emitting deoda (LED) yang dikenal hemat energi.

    Peningkatan konsumsi listrik di pelanggan rumah tangga menurutnya juga tidak terlampau berpengaruh pada sistem jaringan listrik yang dimiliki. "Sebab pelanggan rumah tangga hanya mengkonsumsi 40 persen dari listrik kami," kata Manager PT PLN Unit Pelayanan Pelanggan Surakarta tersebut. Sebagian besar lainnya digunakan untuk industri.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.