Atasi Tumpahan Minyak Pertamina, 45 Kapal Disiagakan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019. Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina. ANTARA

    Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019. Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java menyiagakan 45 kapal untuk mengatasi tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat. Tumpahan minyak Pertamina ini akibat kebocoran pada anjungan migas lepas pantai area PHE. 

    Para pekerja Pertamina Hulu Energi Offshore North Java (PHE ONWJ) bersama tim ahli internasional di bidang pengawasan sumur minyak (well control) sudah mulai melakukan pengeboran untuk menghentikan gelembung gas di sekitar anjungan YY sejak Kamis pekan lalu.

    Hingga Rabu 7 Agustus 2019 hari ini, tahap pengeboran YYA1-RW memasuki kedalaman sekitar 540 meter dan sedang dalam tahap persiapan pengeboran hole section 17-1/2. Pengeboran ini dimulai dua hari lebih cepat dari jadwal semula dan ditargetkan mencapai kedalaman 2.765 meter, kata Vice President Relations Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu.

    "Kegiatan mobilisasi Rig Jack Up Soehanah di sekitar lokasi relief well dilakukan bersamaan dengan proses survey geohazard dan geotechnical, sehingga tidak ada waktu tunggu. Beberapa pekerjaan persiapan bisa dilakukan simultan sehingga dapat mempercepat waktu tajak dua hari dari rencana awal,” ujar Ifki.

    Munculnya gelembung gas di sekitar anjungan YY yang dioperasikan PHE ONWJ berawal pada Jumat dini hari, 12 Juli 2019. Sesuai standar keselamatan, PHE ONWJ menghentikan aktivitas pengeboran dan mengaktifkan Incident Management Team (IMT).

    Pekerja PHE ONWJ berupaya maksimal menanggulangi kondisi yang tidak normal tersebut sesuai prosedur operasi. Hingga pada 14 Juli 2019 dilakukan proses evakuasi."Prioritas utama adalah keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan sekitar, ” ujar Ifki.

    Untuk membersihkan pantai dari tumpahan minyak Pertamina, sebanyak 5.000 warga di sekitarnya telah dilibatkan. Para nelayan ini mendapatkan upah sebagai kompensasi dari hilangnya kesempatan mereka untuk mencari nafkah dari mencari ikan.

    ANTARA | AHMAD FIKRI (BANDUNG)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.