Berani Investasi Saham, Ini 4 Keuntungan bagi Milenial

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan milenial jika mereka berani menanamkan uang untuk berinvestasi di pasar saham. Vice President Retail and Business Development Sucor Sekuritas Bernardus Wijaya mengatakan, investasi lewat pasar modal bisa membantu milenial untuk terhindar dari inflasi atau merosotnya nilai uang.

    “Tekanan inflasi rata-rata per tahun bisa sampai 5-6 persen, padahal di sisi lain biaya kuliah, biaya kesehatan hingga biaya persalinan terus naik tentu ini akan mengerus pendapatan kaum milenial dalam jangka panjang,” kata Bernardus ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Sabtu 3 Agustus 2019.

    Apalagi saat ini, kata Bernardus, anak muda milenial memiliki kecenderungan lebih suka menghabiskan pendapatan mereka untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup dibandingkan menyimpan atau berinvestasi untuk masa depan. Belum lagi, munculnya berbagai teknologi aplikasi membuat anak milenial semakin gampang menghabiskan uang hingga lupa merencanaan keuangan yang terukur.

    Karena itu, invetasi di pasar saham adalah salah satu cara bagi anak muda milenial supaya bisa terhindar dari kondisi dan kemampuan manjemen yang salah dan merugikan diri sendiri. Berikut empat keuntungan yang bisa didapatkan saat milenial berani berinvestasi di pasar modal menurut Bernardus:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.