Kembali Melemah, Kurs Rupiah Sentuh Level 13.941 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Pemulihan ekonomi Amerika membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar terus anjlok, hingga masuk urutan keempat nilai tukar terendah terhadap dollar. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Pemulihan ekonomi Amerika membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar terus anjlok, hingga masuk urutan keempat nilai tukar terendah terhadap dollar. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut pada perdagangan pagi ini, Rabu, 17 Juli 2019. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka terdepresiasi tipis 6 poin atau 0,04 persen di level Rp 13.941 per dolar AS.

    Pergerakan rupiah kemudian melemah 8 poin atau 0,06 persen ke posisi 13.943 pukul 08.06 WIB dari level penutupan sebelumnya. Adapun pada perdagangan Selasa kemarin, pergerakan nilai tukar rupiah berakhir dengan pelemahan 15 poin atau 0,11 persen di level Rp 13.935 per dolar AS, seiring dengan penguatan indeks dolar AS.

    Sementara indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup menguat 0,48 persen. Angka tersebut setara dengan 0,462 poin di level 97,395 pada perdagangan Selasa, 16 Juli 2019.

    Menurut estimasi media para ekonom dalam survei Bloomberg, Bank Indonesia kemungkinan akan memangkas suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin. Dengan begitu suku bunga acuan diperkirakan bakal turun menjadi 5,75 persen dalam pertemuan kebijakan (RDG BI) dua hari yang berakhir hari Kamis besok, 18 Juli 2019.

    “Mengingat volatilitas dalam suku bunga AS dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, aliran masuk portofolio kemungkinan akan tetap kuat ke Indonesia,” ujar Divya Devesh, kepala riset valas Asean dan Asia Selatan di Standard Chartered berkomentar soal prediksi pergerakan kurs rupiah, dikutip dari Bloomberg.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.