Diskon Tiket Pesawat Efektif Berlaku, Pemerintah Akan Tetap Awasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Menteri Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan berbagai perkembangan yang terjadi pada Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG//Nyoman Budhiana

    Sekretaris Menteri Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan berbagai perkembangan yang terjadi pada Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG//Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menyampaikan tiket pesawat angkutan niaga berjadwal jenis jet untuk tipe low cost carrier atau LCC resmi diturunkan 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) terhadap 30 persen kursi yang tersedia setiap penerbangan per hari ini, Kamis, 11 Juli 2019 pukul 00.00 WIB pada 62 penerbangan Citilink dan 146 penerbangan jadwal tertentu maskapai Lion Air.

    Baca: Ombudsman: Pemerintah Intervensi Terlalu Jauh soal Tiket Pesawat

    "Ini merupakan komitmen dari pemerintah dalam menyediakan penerbangan yang terjangkau dan keberpihakan dari pelaku industri yang terkait penerbangan," kata Susiwijono dalam konperensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu, 10 Juli 2019.

    Susiwijono menuturkan untuk mewujudkan penerbangan yang murah ini tidak mudah karena melibatkan dari maskapai ada Garuda Indonesia Group, Lion Air Group,  Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, AirNav, dan Pertamina. Mereka harus melakukan membagi beban dari diskon yang diberikan berdasarkan porsinya masing-masing. "Untuk sama-sama menanggung beban," ujarnya.

    Selama ini, Susiwijono menyebutkan tiket pesawat yang mahal ini berdampak ke berbagai sektor, seperti inflasi, lalu biaya perjalanan yang membengkak. Selain itu, harga barang-barang lain juga terpengaruh.

    Terkait dengan penurunan harga tiket pesawat ini, Susiwijono menuturkan telah melakukan penurunan biaya yang berkontribusi langsung operasional penerbangan saat itu, seperti biaya bahan bakar, jasa layanan bandara, dan jasa navigasi penerbangan. "Itu akan diturunkan sesuai komposisi biayanya," kata dia.

    Susiwijono menambahkan, untuk sisa pembagian biaya porsi terbesar diterima oleh maskapai. "Besarannya di atas 50 sampai 70 persen tergantung masakapainya masing-masing," ujarnya.

    Untuk keberlangsungan aturan ini, Susiwijono menjelaskan akan tetap melakukan pengawasan dan rekonsiliasi kepada pihak-pihak terkait penerbangan. Karena menurutnya, dengan aturan ini tidak menutup kemungkinan terjadi penyalahgunaan.

    "Tidak menutup kemungkinan, ketika pada musim puncak liburan ke suatu tujuan, penjualan tiket diskon yang 30 persen ditutup terlebih dahulu baru dijual nantinya dengan harga yang normal karena permintaan yang meningkatkan. Dengan seperti itu, makanya kita selalu adakan pengawasan," ungkap Siswijono.

    Baca: Diskon Tiket Pesawat, Citilink Berharap Keuangan Tetap Positif

    Susiwijono mengatakan, akan melakukan rapat evaluasi kebijakan terkait diskon tiket pesawat sebulan sekali. Pemerintah juga akan melakukan akan melakukan rapat teknis pada setiap pakan pada hari Jumat siang.

    EKO WAHYUDI | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.