Beli Kereta Api ke PT INKA, Bojonegoro Siapkan Rp 40 Miliar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan anggaran sekitar Rp 40 miliar untuk membeli kereta api ke PT Industri Kereta Api (PT INKA) Madiun. Dana sebesar itu disiapkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro.

    Baca: Agustus, PT INKA Mulai Kirim Kereta ke Filipina

    Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Suyuti, anggaran sebesar itu, bisa diajukan APBD-P tahun 2019 ini atau APBD tahun 2020 mendatang. ”Rancangannya sudah kita siapkan,” ujar Ibnu kepada Tempo Rabu 10 Juli 2019.

    Ibnu Suyuti mengatakan, pihaknya sudah membicarakan ke pihak PT INKA perihal anggaran yang disiapkan untuk pembelian kereta api ini, tepatnya ke Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro. Adapun penandatanganan nota kesepamahan (MoU) antara Pemkab Bojonegoro dan PT INKA telah dilakukan beberapa waktu lalu, yang isinya di antaranya kesepakatan membeli kereta api untuk kebutuhan transportasi masyarakat di kabupaten ini.

    Anggaran Rp 40 miliar ini, lanjut Ibnu Suyuti, digunakan untuk membeli dua set kereta api rel disel (KRD). Satu setnya berisi tiga gerbong, yang masing-masing diperkirakan seharga Rp 20 miliar. Jenis KRD yang akan dibeli Pemerintah Bojonegoro dianggap cocok untuk kebutuhan transportasi murah warga kabupaten ini. Karena kereta api ini akan melayani jalur Bojonegoro-Surabaya, yang melewati stasiun-stasiun kecil tingkat kecamatan.

    Sebelumnya Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro,  mengatakan kereta api yang dipesan Pemerintah Bojonegoro jenis KRD. Jenis ini modelnya hampir sama dengan yang dipesan Pemerintah Filipina yang akan diekspor  akhir Juli atau awal Agustus mendatang.”Kereta api-nya kita beri nama BoeAnna,” ujarnya dalam pidato pembukaan sebelum proses nota kesepahaman di Stasiun Kereta Api Kalitidu, Bojonegoro, Senin, 8 Juli 2019.

    Baca: Sebulan, Tiket Kereta Bandara Jakarta Diskon Hingga 57 Persen

    Sedangkan KRD pesanan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini, diproyeksikan untuk kelas ekonomi. Satu setnya ada tiga gerbong, dengan tata letak tempat duduk dirancang di pinggir. Selain itu, kereta api ini, akan melewati stasiun-stasiun kecil dari Bojonegoro-Padangan dan kemudian Padangan-Bojonegoro-Surabaya.”Tentu manfaatnya banyak,” imbuh Budi Noviantoro.

    Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, mengatakan pemerintah daerah berupaya menyediakan transporasi murah, nyaman dan aman serta evisien bagi masyarakat. Maka untuk itu, Pemerintah Bojonegoro bekerjasama dengan PT INKA sebagai penyedia barang, dalam hal ini kereta api.”Kita memesan ke PT INKA sebagai sama-sama instansi pelat merah,” ujarnya di Stasiun Kalitidu, Bojonegoro, Senin 8-Juli-2019.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.