Bojonegoro Pesan Kereta Api ke PT INKA

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memesan kereta api ke PT Industri Kereta Api (PT INKA) Persero. Kereta api yang akan dibeli diproyeksikan untuk lewat stasiun-stasiun kecil jalur Bojonegoro-Surabaya dan sekitarnya.

    Baca juga: Agustus, PT INKA Mulai Kirim Kereta ke Filipina

    Kepastian pembelian kereta api ini terungkap dalam nota kesepahaman (MoU) antara PT INKA (diwakili Direktur PT INKA) Budi Noviantoro dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah di Stasiun Kalitidu, Bojonegoro, Senin, 8 Juli 2019.

    Salah satu isi dari nota kesepahaman itu, Pemerintah Bojonegoro berupaya menyediakan transportasi murah, nyaman, aman, serta efisien bagi masyarakat. Maka untuk itu, Pemerintah Bojonegoro bekerja sama dengan PT INKA sebagai penyedia barang, dalam hal ini kereta api. ”Makanya kita memesan ke PT INKA sebagai perusahaan pemerintah dan kami juga dari pemerintah,” ujar Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, di Stasiun Kalitidu, Bojonegoro, Senin.

    Menurut Anna Muawanah, karena yang dipakai adalah duit dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), maka harus ada payung hukum sebagai rujukannya. Misalnya, apakah nanti menggunakan APBD P 2019 atau APBD Bojonegoro 2020 mendatang. “Prinsipnya, kita ingin cepat,” kata Anna.

    APBD Perubahan Bojonegoro 2019 nilainya mencapai Rp 6 triliun lebih. Jumlah itu berasal dari APBD induk ditambah dengan Sisa Lebih Pendapatan Anggaran (Silpa) 2018 silam.

    Sementara itu Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, kemungkinan kereta api yang dipesan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sama dengan pesanan dari Filipina. Kereta itu jenis Kereta Api Diesel (KRD) yang dirancang untuk kelas ekonomi. ”Ya, mungkin tipenya sama,” ujarnya pada Tempo di Stasiun Kalitidu, Bojonegoro.

    Sedangkan jangka waktu pembuatannya sekitar 18 bulan, khususnya untuk satu set kereta api dengan jumlah tiga gerbong. Harganya, masih dihitung. "Karena harga pesanan (ekspor) ke Filipina dengan untuk pemerintah daerah, berbeda. Karena itu belum termasuk ongkos transpor,” katanya.

    Menurut Budi Noviantoro, untuk kota-kota di Pulau Jawa, Bojonegoro yang pertama kali membeli kereta api PT INKA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?