Agustus, PT INKA Mulai Kirim Kereta ke Filipina

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberangkatkan pengiriman kereta ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjungperak Surabaya dari PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur, Jumat, 19 April 2019. Kereta produksi PT Inka tersebut merupakan bagian dari 250 kereta pesanan Bangladesh dengan nilai kontrak Rp.1,4 triliun. ANTARA/Siswowidodo

    Petugas memberangkatkan pengiriman kereta ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjungperak Surabaya dari PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur, Jumat, 19 April 2019. Kereta produksi PT Inka tersebut merupakan bagian dari 250 kereta pesanan Bangladesh dengan nilai kontrak Rp.1,4 triliun. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Madiun - PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) di Kota Madiun, Jawa Timur, segera mengirim satu dari empat rangkaian kereta diesel multiple unit (DMU) pesanan Filipina. Proses ekspor bakal berlangsung pada Agustus mendatang.

    Baca juga: Jokowi Tawarkan Presiden Argentina Pesawat DI dan Lokomotif INKA

    "Secara fisik kereta pertama sudah siap untuk dikirim, namun kami masih menunggu persayaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh pemesan," kata Senior Manajer Humas, Sekretariat, dan Protokoler PT INKA Hartono, saat dihubungi, Sabtu, 6 Juli 2019.

    Saat ditanya tentang persyaratan administrasi yang dimaksud, ia tidak merespons. Yang jelas, proses uji coba kelaikan jalan telah dijalankan beberapa hari lalu. Test run dilaksanakan dengan rute Madiun - Jombang - Madiun melalui jalur kereta api.

    Uji coba bakal kembali dilanjutkan pekan depan. Adapun jarak yang ditempuh lebih jauh dengan rute Madiun - Surabaya - Bojonegoro - Madiun. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui operasional seluruh sistem yang dipasang di rangkaian kereta penumpang kelas ekonomi ini. Juga menunggu proses pemenuhan persyaratan administrasi rampung.

    Hartono menjelaskan bahwa satu kereta DMU itu merupakan bagian dari kontrak kerjasama antara PT INKA dengan Filipina. Kesepakatan antara kedua belah pihak diteken di Manila setahun lalu dengan nilai kontrak Rp 800 miliar.

    Uang dengan jumlah itu untuk pemesanan empat rangkaian DMU, tiga lokomotif, dan 15 kereta penumpang. PT INKA berkewajiban melakukan produksi dan mengirim secara bertahap hingga tahun depan.

    Kereta DMU yang diproduksi PT INKA, Hartono menjelaskan, nyaris sama dengan kereta rel diesel (KRD) di Indonesia. Pada sisi interiornya terdapat bangku panjang dengan posisi menyamping untuk penumpang yang duduk. Sedangkan bagi penumpang yang berdiri disediakan ruang di depan bangku.

    Adapun dari sisi eksteriornya didominasi warna putih bergaris biru. Di bagian depan terdapat logo PNR sesuai permintaan Filipina. Pada body kereta terdapat tulisan K-3 yang menandakan kereta produksi PT INKA itu bakal digunakan untuk kelas ekonomi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.