Luncurkan LinkAja, Rini Soemarno: Bisa untuk Belanja di Singapura

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini M. Soemarno, beserta seluruh jajaran direksi perusahaan milik negara, serta siswa sekolah, UKM dan warga kampung mitra binaan BUMN menghadiri Festival LinkAja di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu pagi, 7 April 2019. (dok Kementerian BUMN)

    Menteri BUMN Rini M. Soemarno, beserta seluruh jajaran direksi perusahaan milik negara, serta siswa sekolah, UKM dan warga kampung mitra binaan BUMN menghadiri Festival LinkAja di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu pagi, 7 April 2019. (dok Kementerian BUMN)

    TEMPO.CO, Jakarta - Platform layanan keuangan berbasis elektronik milik PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), LinkAja, diluncurkan di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad 30 Juni 2019. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan LinkAja adalah sistem pembayaran digital yang dikeluarkan lewat sinergi BUMN.

    Baca juga: BRI Siapkan Rp 300 Miliar untuk Kuasai 19 Persen Saham LinkAja

    "Tujuannya memang digital payment sistem dihubungkan sistem perbankan BUMN, jadi kalo ada debit card bisa langsung sambung. Jadi ini mempermudah," kata Rini kepada awak media usai mengikuti acara Grand Launching di Istora Senayan, Ahad.

    Menurut Rini, saat ini layanan LinkAja juga telah merambah layanan pembayaran digital di sejumlah merchant di Singapura. Dengan layanan yang sudah tersambung ini, pemilik akun LinkAja bisa menggunakan layanan ini untuk belanja di Singapura.

    Ke depan, layanan penyambungan pembayaran digital ini bakal merambah negara lain. Misalnya, Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan. Di negara-negara itu, kata Rini, banyak warga negara Indonesia yang bekerja sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan.

    "Di sana juga banyak tenaga kerja Indonesia sehingga bisa memudahkan mereka nantinya dari tempat mereka, mengirim uang ke keluarga di daerah. Kalau misalnya butuh pulsa bisa dibeliin pake LinkAja," kata Rini.

    CEO LinkAja Danu Wicaksana mengatakan ingin menawarkan layanan pembayaran digital yang berbeda dari produk lain yang sudah ada di pasar. Perusahaan juga ingin berfokus pada pemenuhan kebutuhan esensial masyarakat.

    "Kami ingin keberadaan LinkAja memperkaya offering yang ada di masyarakat, bukan menawarkan hal yang sama," kata dia.

    Saat ini LinkAja juga memiliki layanan pembayaran keuangan dan tagihan digital, belanja pada lebih dari 20 e-commerce nasional  layanan partner donasi digital hingga fitur-fitur keuangan dan hiburan. LinkAja juga memiliki titik CICO (Cash In Cash Out) untuk mengisi saldo dan menarik tunai di lebih dari 100.000 titik di seluruh Indonesia, termasuk di minimart.

    LinkAja juga akan memiliki fitur pembayaran nirsentuh di SPBU milik Pertamina, sejalan program digitalisasi yang sedang dijalankan. Kemudian ada pula layanan pembayaran nirsentuh di jalan tol dengan Jasa Marga, dan pembayaran digital di berbagai moda transportasi publik seperti kereta api, bus, LRT, MRT dan pesawat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.