CEO Bukalapak Achmad Zaky Tanggapi Penutupan 6 Gerai Giant

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Bukalapak.com Achmad Zaky memberi sambutan dalam peluncuran logo 45 tahun di gedung Tempo, Jakarta, 12 Januari 2016. TEMPO/Rully Kesuma

    CEO Bukalapak.com Achmad Zaky memberi sambutan dalam peluncuran logo 45 tahun di gedung Tempo, Jakarta, 12 Januari 2016. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Bukalapak Achmad Zaky menanggapi kabar supermarket Giant bakal menutup enam gerainya pada akhir Juli mendatang. Menurut Zaky, penutupan tersebut merupakan proses untuk efisiensi.

    Baca juga: Tutup 6 Gerai Giant, BEI Tunggu Penjelasan HERO dalam 3 Hari

    "Untuk melakukan efisiensi di offline terkadang harus tutup toko, jadi saya pikir ini wajar," kata Zaky seusai Halal Bihalal di Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juni 2019.

    Giant dikabarkan bakal menutup enam gerainya pada 28 Juli. Sebelum ditutup, enam gerai tersebut menawarkan diskon antara 5 hingga 30 persen. Walhasil, gerai-gerai tersebut dipenuhi pembeli.

    Menurut Zaky, sistem penjualan konvensional bisa juga sangat kompetitif jika dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai, "sebenarnya kuncinya kan efisiensi," ujarnya.

    Sebelumnya, Direktur PT Hero Supermarket Tbk. Hadrianus Wahyu Trikusumo menyebut perusahaan sedang melakukan transformasi bisnis. Transformasi tersebut berdampak pada beberapa toko Giant dan karyawan.

    Hadrianus membenarkan bahwa Giant akan menutup enam toko pada 28 Juli 2019. "Sangat dipahami perubahan ini akan berdampak pada beberapa karyawan, namun Giant berkomitmen untuk memperlakukan semua karyawan dengan adil dan respek," kata dia kepada Tempo melalui surat elektronik, Senin, 24 Juni 2019.

    Adapun enam gerai di Jabodetabek, yaitu Giant Express Mall Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur Tambun, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

    Giant Ekspress maupun Giant Ekstra merupakan bagian dari perusahaan ritel PT Hero Supermarket Tbk yang telah berdiri sejak 23 Agustus 1971. Sebelumnya, Supermarket Hero, yang juga bagian dari perusahaan ini, telah menutup sebanyak 26 toko mereka sejak Januari 2019. Sebanyak 532 karyawan pun terdampak dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh manajemen Hero.

    EKO WAHYUDI | HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.