Program Magang Kerja ke Jepang Tidak Diminati Warga Solok, Sebab

Reporter

Ilustrasi lowongan pekerjaan. ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO.CO, Jakarta - Program magang kerja ke Jepang yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat tidak diminati masyarakat setempat karena terkendala biaya awal yang harus dikeluarkan peserta.

BACA: Asosiasi Dukung Pemerintah Penuhi Kuota Tenaga Kerja di Jepang 

"Program magang kerja ke Jepang sudah tiga tahun dibuka untuk masyarakat Solok Selatan tetapi tidak ada yang mendaftar karena calon peserta keberatan dengan biaya awalnya," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten itu Basrial di Padang Aro, Kamis, 27 Juni 2019.

Dia menyebutkan, sebelum dikirim ke Jepang ada beberapa biaya yang harus ditanggung sendiri oleh peserta seperti biaya hidup selama mengikuti tes seleksi.

BACA: Jepang Butuh Tenaga Kerja, Menaker Targetkan Kirim 70 Ribu Orang

Kemudian biaya medical Check Up, pembuatan paspor, pelatihan pra pemberangkatan pertama selama dua bulan, perjalanan dari daerah ke lokasi pra pemberangkatan tahap dua serta pembuatan visa.

Selain itu peserta juga harus menyediakan uang saku awal 10.000 Yen atau setara Rp1 juta serta biaya keperluan yang dipadukan untuk keperluan pribadi. "Berbagai biaya tersebut yang menjadi kendala bagi masyarakat sehingga tidak ada yang mendaftar," ujarnya.

Ia menyebutkan, manfaat magang di Jepang cukup banyak diantaranya peserta bekerja sambil berlatih dan ditempatkan di perusahaan kecil dan menengah di Jepang selama tiga tahun serta dilindungi asuransi kerja sesuai ketentuan Perundang undangan Negara Jepang.

Selain itu pada bulan pertama juga ada tunjangan uang saku peserta sebesar 80.000 Yen perbulan atau setara Rp8 juta di Training Center.

Selanjutnya, bulan ke dua sampai ke-24 uang saku yang diterima 90.000 Yen setara Rp 9 juta dan di tahun ketiga uang saku minimal 100.000 Yen atau Rp 10 juta. "Bagi Peserta yang menyelesaikan kontrak kerja magang selama tiga tahun diberikan sertifikat dan dana usaha mandiri sebesar 600.000 Yen atau Rp 60 juta," sebutnya.

Dia menambahkan, untuk 2020 pihaknya berencana melakukan kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja dan untuk biaya sebelum berangkat akan diupayakan dari APBD.

Lembaga latihan kerja ini nantinya akan menghitung kebutuhan dan biaya yang dibutuhkan oleh peserta untuk dianggarkan melalui APBD dan sekaligus mereka melatihnya. "Sekarang kami sedang melakukan survei terhadap lembaga latihan kerja dan kalau didukung APBD maka 2020 program ini bisa terlaksana," katanya.

Baca berita tentang Tenaga Kerja lainnya di Tempo.co.






Terpopuler Bisnis: Fakta-fakta Penarikan Mie Sedaap hingga Syarat Lowongan Kerja di Kedubes AS

3 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Fakta-fakta Penarikan Mie Sedaap hingga Syarat Lowongan Kerja di Kedubes AS

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu, 1 Oktober 2022 antara lain fakta-fakta penarikan Mie Sedaap dari peredaran di supermarket Hon


Lowongan Kerja di Kedubes AS untuk Lulusan SMA hingga S1, Cek Syarat dan Ketentuannya

15 jam lalu

Lowongan Kerja di Kedubes AS untuk Lulusan SMA hingga S1, Cek Syarat dan Ketentuannya

Dikutip dari laman resmi Kedubes AS di Indonesia, lowongan kerja dibuka hingga akhir Oktober 2022 untuk penempatan Jakarta dan Surabaya.


Terkini Bisnis: Lowongan Kerja di Kedubes AS Tawarkan Gaji Ratusan Juta, Harga Pertamax Turun

20 jam lalu

Terkini Bisnis: Lowongan Kerja di Kedubes AS Tawarkan Gaji Ratusan Juta, Harga Pertamax Turun

Berita terkini bisnis hingga Sabtu siang, 1 Oktober 2022, dimulai dari lowongan kerja di Kedubes AS untuk ditempatkan di Jakarta dan Surabaya.


Inoki, Politisi dan Pegulat Jepang yang Pernah Tantang Ali, Meninggal

21 jam lalu

Inoki, Politisi dan Pegulat Jepang yang Pernah Tantang Ali, Meninggal

Antonio Inoki, bintang gulat Jepang, politisi, dikenal luas karena melawan petinju legendaris Muhammad Ali, meninggal karena sakit langka


Kedubes AS di RI Buka Lowongan Kerja untuk 13 Posisi, Gaji Berkisar Rp 96 Juta - 745 Juta per Tahun

21 jam lalu

Kedubes AS di RI Buka Lowongan Kerja untuk 13 Posisi, Gaji Berkisar Rp 96 Juta - 745 Juta per Tahun

Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) untuk Indonesia membuka lowongan kerja sebanyak 13 posisi.


PT Kereta Cepat Indonesia China Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, SMK, D3 hingga S1

22 jam lalu

PT Kereta Cepat Indonesia China Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, SMK, D3 hingga S1

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membuka lowongan kerja untuk sejumlah posisi untuk lulusan SMA/SMK hingga S1. Apa saja syaratnya?


Kedubes AS di RI Kembali Buka Lowongan Kerja, Gaji Sampai Rp 745 Juta per Tahun

1 hari lalu

Kedubes AS di RI Kembali Buka Lowongan Kerja, Gaji Sampai Rp 745 Juta per Tahun

Kedutaan Besar Amerika Serikat atau Kedubes AS kembali membuka berbagai lowongan pekerjaan.


Kawasan Jajanan Kya-kya, Surabaya, Sudah Dikenal Sejak Masa SriwiJaya

1 hari lalu

Kawasan Jajanan Kya-kya, Surabaya, Sudah Dikenal Sejak Masa SriwiJaya

Kya-Kya didirikan pada 31 Mei 2003, di hari ulang tahun Surabaya. Masyarakat menyukainya, namun hanya bertahan lima tahun. Kini Kya-kya dibuka lagi.


BUMN Ini Buka Lowongan Kerja sebagai Pegawai Kontrak, Simak Syaratnya

2 hari lalu

BUMN Ini Buka Lowongan Kerja sebagai Pegawai Kontrak, Simak Syaratnya

BUMN ini menawarkan kesempatan kerja untuk posisi pegawai tidak tetap (PTT) atau kontrak di divisi human resource information system.


BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja untuk Banyak Posisi, Cek Syaratnya

2 hari lalu

BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja untuk Banyak Posisi, Cek Syaratnya

BPJS Kesehatan membuka lowongan kerja penuh waktu atau full time.