Pendapatan Tempo.co dan Produk Digital Melonjak 96 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT. Tempo Inti Media, Toriq Hadad (tengah), bersama Dewan Komisaris dan Dewan Direksi saat memberikan pemaparan dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Tempo, Jakarta, 18 Juni 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Direktur Utama PT. Tempo Inti Media, Toriq Hadad (tengah), bersama Dewan Komisaris dan Dewan Direksi saat memberikan pemaparan dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Tempo, Jakarta, 18 Juni 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang tahun 2018 PT Tempo Inti Media Tbk. meraup laba bersih sebesar Rp 4,54 miliar atau naik 48,3 persen dibanding tahun sebelumnya.  Salah satu unit bisnis perusahaan yang berkembang sangat baik adalah Tempo.co dan produk digital.

    Baca: 2018, Laba Bersih Tempo Inti Media Naik 48,3 Persen

    Direktur Utama Tempo, Toriq Hadad, menyebutkan pendapatan Tempo.co dan produk digital ini melonjak 96 persen dengan kontribusi terbesar datang dari pendapatan iklan yang naik 98 persen. Pendapatan sirkulasi produk digital juga meningkat cukup baik, yakni 61 persen.

    Kendati belum menyamai pendapatan sirkulasi cetak, kata Toriq, pertumbuhan sirkulasi digital yang cukup signifikan pada tahun-tahun mendatang ditargetkan mampu menutup berkurang pendapatan sirkulasi cetak. "Dengan peningkatan pendapatan iklan dan sirkulasi tersebut, laba usaha unit digital naik 126 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Toriq dalam rapat umum pemegang saham tahunan di Gedung Tempo, Selasa, 18 Juni 2019.

    Adapun jumlah pengunjung atau unique visitor Tempo.co naik 76 persen, dari 25 juta per bulan pada 2017 menjadi 35 juta per bulan pada 2018. Jumlah halaman yang dibuka juga meningkat menjadi 115 juta per bulan. Jumlah produksi berita di Tempo.co meningkat menjadi 360-400 berita per hari dan 12-15 video per hari.

    Tempo juga terus meningkatkan engagement di media social. Jumlah total follower Tempo di Twitter Instagram, dan YouTube, mencapai 6,8 juta. Pembaca Majalah Tempo dan Koran Tempo digital pun sudah melewati angka 150 ribu.

    Sementara itu, di unit bisnis Majalah Tempo dan Tempo English terjadi penurunan pendapatan iklan sekitar 12,8 persen dan pendapatan sirkulasi 6,8 persen. Akibatnya laba usaha dua unit bisnis ini lebih rendah 27,3 persen dibanding tahun sebelumnya. "Hal ini terjadi karena Perseroan tidak menaikkan harga jual eceran dan langganan kendati harga kertas sepanjang 2018 naik lima persen," kata Toriq.

    Keputusan tidak menaikkan harga, menurut Toriq, dikeluarkan untuk mempertahankan tingkat penjualan. Berkebalikan dengan itu, pendapatan sirkulasi digital naik 20,5 persen. Dia berharap peningkatan pendapatan sirkulasi digital ini bisa menutup penurunan pendapatan sirkulasi media cetak.

    Adapun pendapatan unit bisnis Koran Tempo turun 24,7 persen dibanding 2017. Hal tersebut akibat menurunnya pendapatan iklan dan sirkulasi cetak. Penurunan pendapatan itu membuat laba usaha Koran Tempo lebih rendah dibanding 2017. Seperti Majalah Tempo, pendapatan sirkulasi digital Koran Tempo naik, 8,1 persen.

    Toriq mengatakan kinerja unit bisnis penyelenggara, Impresario Tempo pada 2018 turun dibanding 2017. Unit bisnis ini ikut berperan dalam Para Asian Games yang diadakan setelah Asian Games 2018. Bujet untuk Para Asian Games lebih kecil dibanding Asian Games. Pada 2018, laba usaha unit ini turun 27 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Adapun unit bisnis Tempo Channel yang menyediakan informasi berkualitas tentang industri dan berita pariwisata terus menambah layanannya. Unit bisnis ini juga menyediakan jasa pembuatan video profil daerah, perusahaan, dan web series-film pendek yang disajikan dalam beberapa seri di layanan perusahaan over- the-top.

    Pada 2018, pendapatan Tempo Channel turun 8,4 persen dibanding 2017. Laba usahanya juga turun 29 persen pada periode yang sama. "Dengan bertambahnya jasa dan layanannya, pendapatan unit ini diharapkan naik," kata Toriq.

    Toriq menambahkan, unit bisnis percetakan, penyewaan gedung, dan perdagangan kertas membukukan kenaikan pendapatan 21,7 persen, dari Rp 65,3 miliar pada 2017 menjadi Rp 79,5 miliar pada 2018. Kenaikan itu merupakan hasil investasi mesin baru pada tahun sebelumnya dan optimalisasi kapasitas terpasang mesin yang sudah ada.

    Persentase terbesar kenaikan pendapatan unit bisnis percetakan disumbang pelanggan dari luar grup (non-grup). Laba unit usaha bisnis penyewaan gedung dan perdagangan kertas praktis sama dengan 2017. Secara keseluruhan, laba usaha unit bisnis percetakan, penyewaan gedung, dan perdagangan kertas naik 50 persen dibanding 2017.

    Baca: Laba Meningkat, Tempo Inti Media Prioritaskan Sirkulasi Digital

    Pendapatan unit bisnis rumah kreatif yang terdiri dari Matair dan Pusat Data & Analisa Tempo (PDAT), pada 2018 lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Pada 2018, pendapatan rumah kreatif tercatat Rp 12,88 miliar, naik tipis dari 2017 sebesar Rp 12,03 miliar. Laba usaha unit ini naik lebih dari 50 persen dibanding 2017.

    Simak berita terkait Tempo lainnya di Tempo.co. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.