2018, Laba Bersih Tempo Inti Media Naik 48,3 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT. Tempo Inti Media, Toriq Hadad (tengah), bersama Dewan Komisaris dan Dewan Direksi saat memberikan pemaparan dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Tempo, Jakarta, 18 Juni 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Direktur Utama PT. Tempo Inti Media, Toriq Hadad (tengah), bersama Dewan Komisaris dan Dewan Direksi saat memberikan pemaparan dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Tempo, Jakarta, 18 Juni 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Tempo Inti Media Tbk. hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS tahun buku 2018. Direktur Utama Tempo, Toriq Hadad, mengatakan laba bersih perseroan sepanjang tahun 2018 mencapai Rp 4,54 miliar atau meningkat 48,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Baca: Jangkau Milenial, Tempo.co Akuisisi Saham PT Rombak Pola Pikir

    "Peningkatan itu merupakan kontribusi unit bisnis Majalah Tempo, media digital, percetakan, dan rumah kreatif," kata Toriq di kantornya, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. Peningkatan kinerja unit-unit bisnis itu melampaui penurunan di unit bisnis media cetak, penyelenggara acara atau event organizer, perdagangan kertas, dan rumah produksi video.

    Toriq menjelaskan, penurunan di unit bisnis media cetak diakibatkan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi hampir sepanjang 2018. Pelemahan kurs rupiah meningkatkan harga kertas, yang merupakan komponen biaya produksi terbesar unntuk media cetak.

    Hal itu juga mengurangi marjin bisnis media cetak, terutama di unit bisnis Majalah Tempo dan Koran Tempo. Toriq juga mengutip survei Nielsen soal belanja iklan industri koran turun 20 persen menjadi Rp 28,5 triliun pada 2017 dan belanja iklan majalah bahkan turun 50 persen menjadi Rp 1,1 triliun.

    Lebih jauh, Toriq mengatakan kondisi periklanan perusahaan berkode emiten TMPO pada 2018 tak juga membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Penyelenggaraan Asian Games ke-18 di Jakarta pada Agustus 201I8 membuat badan usaha milik negara, pemerintah daerah, dan lembaga pemerintah lain berkonsentrasi mensukseskan event tersebut, dan mengurangi belanja promosi serta sosialisasi di media massa. "Pengurangan ini berpengaruh signifikan pada perolehan iklan perseroan pada 2018."

    Pendapatan konsolidasi grup pada 2018, kata Toriq, naik 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 291,55 miliar. Tiga kontributor terbesar dalam pendapatan adalah unit bisnis media digital, percetakan, dan rumah kreatif. Kendati laba bersih grup meningkat dari Rp 3,06 miliar pada tahun sebelumnya, namun laba bersih per saham turun dari Rp 4,62 menjadi Rp 4,16.

    Penurunan itu, disebabkan perseroan melakukan rights issue pada 2018 yang menambah jumlah saham dari 725 juta lembar menjadi 1,06 miliar lembar. Adapun nilai aset bersih per lembar saham grup pada akhir 2018 meningkat 18 persen dibanding 2017, dari Rp 194,7 menjadi Rp 230,22.

    Toriq mengatakan kinerja empat unit bisnis yang berada di Departemen Media dan Digital pada 2018 turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Penurunan ini terjadi terutama di media cetak akibat kenaikan harga kertas berkurangnya pendapatan iklan media cetak dari badan usaha milik negara, pemerintah daerah, dan lembaga pemerintah lain," ujarnya.

    Baca: Tempo Inti Media Jalin Kerja Sama dengan Kadin

    Departemen Kreatif dan Riset, yang membawahkan lima unit bisnis, mencatatkan hasil baik pada 2018. Pada 2018, seluruh unit bisnis berhasil mencatatkan laba usaha, dengan kenaikan kinerja lebih dari 1.300 persen. Tahun sebelumnya, dua dari lima unit bisnis di Departemen ini merugi. Departemen Percetakan dan Perdagangan, yang membawahkan unit bisnis percetakan, pengelolaan dan penyewaan gedung, serta perdagangan kertas, juga mencatatkan kinerja lebih baik 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Simak berita terkait Tempo Inti Media lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.