Tiket Kereta Cepat Jakarta - Bandung Diprediksi Mulai Rp 229 Ribu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proses pembuatan rangka konstruksi di pabrik pembuatan konstruksi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Tagog Apu, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 9 April 2019. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Pekerja menyelesaikan proses pembuatan rangka konstruksi di pabrik pembuatan konstruksi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Tagog Apu, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 9 April 2019. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, JakartaPT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC masih mengkaji besar harga tiket kereta cepat Jakarta - Bandung. Pasalnya, besar tarif itu menjadi perhatian dan faktor penting dalam bisnis transportasi massal. Adapun kereta cepat Jakarta - Bandung direncanakan operasional pada tahun 2021.

    Baca: Dengan Kereta Cepat, Jakarta - Bandung Bisa Ditempuh 46 Menit

    "Berdasarkan hasil studi kelayakan, nilai yang feasible untuk tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung mulai dari kisaran US$ 16," kata Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China Chandra Dwiputra dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Juni 2019. Artinya dengan asumsi nilai tukar Rp 14.346 per dolar AS, harga tiket akan mulai dari kisaran Rp 229.536 per orang.

    Namun, ujar Chandra, secara resmi, penetapan tarif akan ditentukan kemudian setelah adanya kajian komprehensif ketika kereta cepat Jakarta - Bandung akan mulai beroperasi. Besaran tarif akan memperhatikan berbagai aspek keekonomian, daya beli masyarakat di tahun 2021 dan persetujuan dari regulator.

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung direncanakan menggunakan teknologi terkini, yakni kereta cepat generasi teranyar CR400AF. Kereta tipe tersebut merupakan hasil pengembangan dari tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang.

    "Selain lebih andal, CR400AF juga memiliki masa penggunaan lebih lama hingga lebih dari 30 tahun (sejak tahun produksi) serta biaya perawatan yang lebih rendah," ujar Manager PR dan CSR PT Kereta Cepat Indonesia China Deni Yusdiana.

    Kereta cepat itu akan memiliki lebar 3,36 meter dan tinggi 4,05 meter dengan panjang kepala kereta 27,2 meter dan intermediate kereta 25 meter. Model anyar itu didesain untuk beroperasi di empat iklim, salah satunya di kondisi tropis dengan kondisi suhu dan kelembapan tinggi seperti di Indonesia.

    Nantinya, setiap rangkaian kereta akan dilengkapi dua Lightning Arrester untuk meningkatkan keamanan terhadap sambaran petir terutama di sisi peralatan tegangan tinggi. "Selain mampu beroperasi di iklim tropis dan cuaca ekstrim, CR400AF juga dipastikan mampu menghadapi kondisi geografis lintasan Jakarta – Bandung yang cenderung menanjak," kata Deni.

    Adapun satu rangkaian kereta CR400AF, tutur Deni, terdiri dari delapan gerbong dengan komposisi empat gerbong bermotor dan empat gerbong tanpa motor. Menurut dia, komposisi ini memungkinkan kereta memiliki kecepatan desain hingga 420 kilometer per jam dan kecepatan operasional 350 kilometer per jam.

    "Meskipun kecepatan tinggi, dari sisi kenyamanan CR400AF memiliki cabin noise yang lebih rendah sehingga mampu meredam getaran dan suara di dalam kereta dengan lebih optimal," ucap Deni.

    Dengan kecepatan itu, kereta cepat Jakarta - Bandung diperkirakan bisa menempuh jarak 142,3 kilometer Jakarta – Bandung hanya dalam waktu 36 menit untuk perjalanan langsung, hingga 46 menit dengan kondisi perjalanan berhenti di setiap stasiun.

    Baca: Kereta Cepat Jakarta Bandung Ditargetkan Beroperasi 2021

    "Di sepanjang trase Kereta Cepat Jakarta – Bandung akan terdapat empat stasiun pemberhentian yakni di Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar," ujar Deni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.