Kereta Cepat Jakarta Bandung Ditargetkan Beroperasi 2021

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 14 Mei 2019. Tunnel ini merupakan terowongan pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 14 Mei 2019. Tunnel ini merupakan terowongan pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menargetkan progres konstruksi Kereta Cepat Jakarta Bandung sebesar 59,78 persen pada akhir 2019. Kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu dijadwalkan beroperasi pada 2021.

    BACA JUGA: Jika Lahan Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai 3 Tahun

    Direktur Utama KCIC Chandra Dwi Putra mengatakan saat ini progress konstruksi telah mencapai 17,38 persen. Dia menuturkan pekerjaan konstruksi akan digenjot pada semester 2019 dengan menambah tenaga kerja dan mobilisasi alat lebih massif.

    Menurut Chandra, konstruksi di semester pertama belum bisa dipacu karena faktor cuaca dan pemilihan umum. "Progres 59 persen itu semua pekerjaan struktur, termasuk tunnel 4 di Purwakarta dan tunnel Walini kami targetkan selesai tahun ini," ujar Chandra di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 14 Mei 2019.

    Secara keseluruhan, ada 13 terowongan yang dibangun di jalur kereta sepanjang 142 kilometer. Hari ini, KCIC berhasil menembus terowongan di Walini sepanjang 608 meter. Terowongan ini memiliki lebar diameter dalam 12,6 meter dan lebar diameter luar 14,3 meter.

    Chandra menuturkan, pihaknya juga memulai ujicoba alat bor tunnel boring machine (TBM) yang dipasang di bawah jalan tol Jakarta-Cikampek KM 3+300. Alat bor yang didatangkan dari Tiongkok ini dijadwalkan beroperasi pada Juni 2019.

    Nantinya, TBM akan bekerja secara intensif selama 24 jam tanpa henti. Pada kecepatan tertinggi mesin bor ini memiliki mata bor (cutting knives) yang dirancang khusus dari logam keras dan dapat melubangi lapisan tanah sepanjang delapan meter per harinya.

    Chandra menyebut, konstruksi kereta cepat dijadwalkan rampung pada akhir 2020 sehingga bisa beroperasi pada April 2021. Operasional kereta cepat bakal memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung dari 3 jam menjadi 45 menit. Proyek ini juga bakal menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.