Bulog Yakin Layani 70 Persen Penerima Bantuan Pangan Non Tunai

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat meninjau Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1) pagi. Twitter/setkabgoid

    Presiden Jokowi saat meninjau Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1) pagi. Twitter/setkabgoid

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog berbenah untuk melayani 70 persen penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan menyediakan produk pangan berkualitas dan terjangkau khususnya beras, baik beras medium maupun premium sesuai dengan kebutuhan konsumen.

    Baca juga: Penerima BPNT Didorong Serap 70 Persen Beras Bulog

    Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi menyampaikan bahwa perseroan memiliki kurang lebih 37 mesin pengolahan yang tersebar di wilayah penyerapan gabah seluruh Indonesia, dan bersinergi dengan mitra maupun swasta dalam penyediaan kebutuhan beras untuk stok pemerintah maupun komersial.

    “Bulog punya kompetensi tersebut sehingga kami yakin mampu meraih pasar BPNT lebih dari 70 persen. Di semester 1 tahun 2019 ini, Bulog mampu menyerap gabah petani sebanyak 650.000 ton sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) dalam Inpres no 5/2015 dengan fleksibilitas 10 persen," katanya Jumat, 14 Juni 2019.

    Menurutnya, terdapat efek bola salju dengan Bulog sebagai penyedia beras untuk BPNT yakni petani akan bergairah menanam karena ada kepastian dibeli hasil panennya, agen BPNT (agen himbara dan E-Warong) akan menerima beras yang berkualitas dan terjangkau harganya sehingga memberikan keuntungan bagi agen.

    Dengan adanya jaminan Bulog sebagai penyedia beras BPNT, ada keseimbangan dalam penugasan Bulog untuk menjaga ketahanan pangan di sisi hulu dan hilir. Di sisi hulu, Bulog dapat menyerap gabah petani sebanyak-banyaknya baik untuk stok maupun untuk BPNT.

    Sementara itu di sisi hilir, beras hasil penyerapan dari petani disalurkan untuk penerima bantuan sehingga stok yang menumpuk dan mengakibatkan turun mutu akan berkurang.

    Baca berita Bulog lainnya di Tempo.co

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.