Buwas: Bulog Tangani Beras Bantuan, Mafia Bakal Rontok Sendiri

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, (tengah) melihat salah satu beras bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Kanan) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Gudang Perum Bulog divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. Peninjauan tersebut guna mengecek langsung ketersediaan pasokan beras di gudang tersebut. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, (tengah) melihat salah satu beras bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Kanan) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Gudang Perum Bulog divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. Peninjauan tersebut guna mengecek langsung ketersediaan pasokan beras di gudang tersebut. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog (Persero) mengklaim bahwa mafia beras di Indonesia bakal rontok dengan sendirinya jika pemerintah memberikan Bulog kewenangan penuh sebagai penyalur beras untuk program bantuan pangan nontunai (BPNT).

    Baca: Harga Beras Merosot Selama April, BPS: Musim Panen Raya

    "Mafia beras yang selama ini merusak tatanan perberasan saya pastikan rontok. Saya janjikan itu, asalkan Bulog diberi kewenangan penuh menyalurkan beras dalam program BPNT, Kartu Sembako serta beras untuk PNS, TNI dan Polri," tegas Dirut Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas, saat acara buka puasa bersama pimpinan media massa di kantor Bulog, Selasa 14 Mei 2019.

    Buwas menambahkan Bulog siap memasok seluruh kebutuhan beras untuk program BPNT yang diperkirakan mencapai 150.000 ton per bulan. "Dengan kebijakan itu, Bulog tidak akan ragu menyerap sebanyak mungkin gabah petani. Ujung-ujungnya petani akan lebih sejahtera. Percaya deh sama saya," ujarnya.

    Menurut Buwas, selama ini penyaluran beras BPNT juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di luar Bulog. Padahal, perusahaan-perusahaan swasta tersebut memperoleh pasokan beras dari Bulog.

    Karena itu, kata Buwas, apabila penyaluran beras dalam program BNPT,  Kartu Sembako, serta beras untuk PNS, TNI dan Polri, sepenuhnya diserahkan kepada Bulog, maka mafia perberasan akan kehilangan pasar. "Sudah pasti mereka (mafia) akan rontok dengan sendirinya. Mungkin banyak mafia beras yang bunuh diri."

    Baca: Jokowi Minta Stop Beras yang Hitam, Berkutu, dan Berjamur

    Dia berharap agar Presiden segera menerbitkan instruksi presiden (Inpres) tentang penetapan Bulog sebagai penyalur tunggal beras untuk program BPNT. "Inpres ini adalah kuncinya," kata Buwas.

    Ketika ditanya soal kualitas beras Bulog yang dinilai sangat buruk, Buwas dengan tegas menjawab," Itu dulu. Sekarang Bulog sudah memproduksi beraskualitas premium plus, bahkan dengan tingkat broken nol persen. Jadi, soal kualitas, Anda jangan ngeledek," katanya.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?