2019, Bandara Balikpapan Berpotensi Kehilangan 2 Juta Penumpang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana gedung ruangan berlantai yang dihiasi spanduk tokoh pahlawan daerah Kalimantan di Bandara Internasional Semppingan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 18 Desember 2015. Berkonsep eco-airpor, terminal baru ini berusaha memaksimalkan penerangan dengan menggunakan cahaya matahari di saat siang. TEMPO/Iqbal Lubis

    Suasana gedung ruangan berlantai yang dihiasi spanduk tokoh pahlawan daerah Kalimantan di Bandara Internasional Semppingan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 18 Desember 2015. Berkonsep eco-airpor, terminal baru ini berusaha memaksimalkan penerangan dengan menggunakan cahaya matahari di saat siang. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, BalikpapanBandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan berpotensi kehilangan 2 juta penumpang hingga akhir 2019. General Manajer PT Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha mengatakan, hingga tutup buku 2019, pergerakan penumpang di bandaranya diperkirakan hanya mencapai 5,3 juta orang. 

    BACA: Sebab Penumpang Pesawat di Bandara Balikpapan Turun 36,4 Persen

    “Sedangkan pada tahun lalu, pergerakan penumpang mencapai 7,4 juta,” ujar Farid saat ditemui Tempo di Bandara SAMS Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 8 Juni 2019.

    Berdasarkan data rekapitulasi pertumbuhan penumpang pada periode Januari hingga akhir Mei, terjadi tren kemerosotan pergerakan hingga 30 persen di Bandara SAMS bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sepanjang empat bulan ini, bandara itu rata-rata hanya melayani 13.997 penumpang per hari.

    BACA: Pemindahan Ibu Kota, Bandara Balikpapan Belum Siap Tampung Pesawat Besar

    Farid mengatakan, anjloknya pergerakan penumpang dengan persentase yang signifikan ditengarai terjadi karena beberapa faktor. Mula-mula, penurunan penumpang terjadi setelah maskapai dalam negeri Lion Air menerapkan kebijakan bagasi berbayar.

    Setelah itu, penurunan jumlah pergerakan penumpang menajam kala seluruh maskapai menaikkan tarif tiket pesawatnya. Dampak kenaikan harga tiket pesawat untuk kelas ekonomi angkutan niaga berjadwal berkontribusi lumayan mendorong penumpang angkutan udara berpindah ke moda transportasi lain. 

    “Ada sifting (perpindahan penumpang) ke moda laut, itu lumayan sampai 21 persen,” ucap Farid.

    Mulai beroperasinya Bandara ATP Pranoto di Samarinda juga diakui menjadi salah satu pemantik menurunnya jumlah penumpang Bandara SAMS Balikpapan. Dengan dibukanya bandara anyar itu, masyarakat di tujuh kabupaten/kota secara otomatis akan memilih terbang dari Samarinda ketimbang Balikpapan karena alasan keterjangkauan jarak. 

    Farid mengakui, dengan menurunnya pergerakan penumpang, ada potential loss atau kerugian yang belum terealisasi. “Keuntungan AP I 2018 itu Rp 34 miliar. tahun ini diprediksi Rp 17 miliar,” ucapnya.

    Menurut Farid, entitasnya saat ini tengah mendorong pertumbuhan penumpang dengan cara membuka rute-rute baru, khususnya rute internasional. Bila saat ini Bandara SAMS hanya melayani penerbangan internasional untuk pesawat AirAsia tujuan Singapura, ke depan AP I bakal berpeluang membuka kesempatan bagi maskapai Royal Brunei khusus perjalanan mancanegara.

    Tahun depan, Farid memperkirakan jumlah penumpang di Bandara SAMS akan bertambah hingga 6 juta. Bila ingin kembali ke angka 7,5 penumpang, ia mensinyalir perlu waktu hingga 2024. “Kondisi ini sulit karena ekonomi di Balikpapan enggak tumbuh,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.