Imbas Kereta Anjlok di Nagreg, Kecepatan KA Hanya 10 Km per Jam

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Anjlok. TEMPO/ Fransiskus

    Kereta Anjlok. TEMPO/ Fransiskus

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan kereta api yang melintas di KM 193+7 jalur lintas selatan Nagreg hanya dapat melaju dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Perjalanan kereta api di lokasi tersebut terhambat lantaran sebelumnya Kereta Serayu relasi Purwokerto-Pasar Senen anjlok.

    BACA: Jumlah Pengguna Kereta Naik, KAI: Bukan Imbas Tiket Pesawat Mahal

    “Kecepatan kereta terbatas karena rel masih dalam perbaikan,” ujar Zulfikri saat ditemui di Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa petang, 4 Juni 2019.

    Zulfikri mengatakan petugas PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI tengah memperbaiki jalur yang rusak. Jalur yang terimbas kereta anjlok ditaksir sepanjang 200 meter. Adapun perbaikan dilakukan dengan mengganti penambat dan bantalan rel yang terkoyak.

    BACA: Lebaran, Okupansi Kereta Premium Luxury Lebih dari 80 Persen

    Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Perhubungan, jalur rel yang mesti diperbaiki ini berada di antara Stasiun Lebak Jero menuju Stasiun Nagreg. Petugas sebelumnya telah mengevakuasi sebagian gerbong kereta ke Stasiun Lebak Jero. Sebagian gerbong lainnya yang mengangkut penumpang dipastikan telah tiba di Stasiun Pasar Senen.

    Insiden yang menimpa Kereta Serayu ini terjadi pada Senin siang pukul 12.36 WIB. Zulfikri menengarai kereta anjlok terjadi karena faktor kondisi tanah yang rawan longsor dan tingginya intensitas perjalanan kereta api pada masa mudik Lebaran.

    Imbas kejadian itu, sejumlah kereta terpaksa memutar ke jalur utara hingga proses evakuasi gerbong kelar. Sejumlah kereta api jarak jauh dan dekat juga mengalami keterlambatan jadwal. PT KAI mencatat keterlambatan menimpa KA Penandaran relasi Gambir-Bandung-Pangandaran dan KA Galunggung relasi Tasikmalaya-Kiaracondong. 

    “Memang ada keterlambatan jadwal, namun kami pastikan tidak ada yang dibatalkan,” ucapnya.

    Pekan lalu, kejadian serupa menimpa Kereta Lodaya Tambahan. KA Lodaya jurusan Solo-Bandung mengalami anjlok di KM 193 Nagreg, tak jauh dari lokasi anjloknya KA Serayu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.