Imbas KA Anjlok di Nagreg, Kecepatan Kereta 10 Kilometer per Jam

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kereta anjlok. Dok. TEMPO /DianTriyuli Handoko

    Ilustrasi kereta anjlok. Dok. TEMPO /DianTriyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan kereta api lintas selatan relasi Stasiun Lebakjero dan Stasiun Nagreg di KM 193-192 masih akan terhambat hingga waktu yang belum ditentukan. Ketua Harian Posko Mudik Terpadu Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan perbaikan bantalan rel sebagai imbas insiden anjloknya KA Lodaya Tambahan jurusan Solo - Bandung. 

    Baca: Kereta Lodaya Tambahan Anjlok di Nagreg, 95 Penumpang Dievakuasi

    "Saat ini kami memberlakukan windows time, yaitu, saat kereta mau lewat, pekerjaan berhenti dulu," ujar Cucu di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Mei 2019.

    Cucu mengatakan, di jalur rel yang terimbas perbaikan, kereta hanya bisa melaju 5-10 kilometer per jam. Kondisi ini membuat waktu kedatangan kereta api lintas selatan dan/atau dari menuju Bandung terlambat. 

    Untuk keseluruhan perbaikan, petugas membutuhkan 700 bantalan rel. Adapun saat ini, Cucu melaporkan di jalur perbaikan rel baru terpasang 80 bantalan. Artinya, 620 bantalan sisanya masih dalam proses pemasangan. 

    Cucu mengatakan kendala petugas dalam memperbaiki jalur rel adalah sistem pengangkutan bantalan yang mesti menggunakan kereta. "Kendalanya kan pengangkutannya juga dengan kereta api," ujar Cucu. 

    Hingga Kamis sore, petugas baru dapat mendatangkan 280 bantalan. Kementerian belum dapat memproyeksikan kapan waktu pengerjaan perbaikan rel kelar. 

    PT Kereta Api Indonesia atau KAI memastikan, meski perbaikan rel berjalan, arus lalu-lintas kereta jalur selatan Pulau Jawa bisa dilewati. "Sebelumnya, perjalanan sejumlah kereta api jarak jauh yang melintas di jalur ini sempat terhambat dan sudah bisa dilewati kembali pada hari Kamis, 30 Mei 2019, pukul 01.45 WIB," ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung Noxy Citrea dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Mei 2019. 

    Kereta yang melaju di Stasiun Nagreg mengalami pembatasan kecepatan 10 kilometer per jam. Imbas peristiwa anjloknya KA Lodaya Tambahan, Noxy menyebut ada tujuh kereta api dari wilayah Daop 2 yang pola operasinya memutar ke lintas utara menuju Purwakarta, Cikampek, Cirebon, Puwokerto, dan Kroya. 

    "Kemudian kereta-kereta yang memutar adalah KA Turangga, KA Lodaya reguler, KA Mutiara Selatan, KA Malabar, KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, dan KA Lodaya Tambahan," tuturnya. 

    Baca: KAI Luncurkan Kereta Premium Luxury 2, Tengok 5 Kemewahannya

    Ihwal penyebab anjloknya KA Lodaya Tambahan, Noxy menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Kereta Lodaya Tambahan yang berangkat dari Solo Balapan menuju Bandung sebelumnya anjlok di KM 193-192 antara Stasiun Lebakjero dan Stasiun Nagreg. Kereta mengalami insiden anjlok pada Rabu sore, 29 Mei 2019 pukul 16.30 WIB. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.