YLKI: Jumlah Rest Area di Jalan Tol Trans Jawa Minim

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pembangunan Rest Area di Km 379 Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 16 Mei 2019. Menurut Jasa Marga regional Jateng, Rest Area di seluruh wilayah Tol Jawa Tengah dapat beroperasi secara fungsional pada H-10 Lebaran. ANTARA

    Foto udara pembangunan Rest Area di Km 379 Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 16 Mei 2019. Menurut Jasa Marga regional Jateng, Rest Area di seluruh wilayah Tol Jawa Tengah dapat beroperasi secara fungsional pada H-10 Lebaran. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI mengkritik pemerintah terkait kondisi area peristirahatan atau rest area di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa. Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo mengatakan rest area yang tersedia saat ini masih minim secara kualitas dan kuantitas.

    BACA: Dilalui 3 Lintasan Arus Mudik, Bekasi Bangun 11 Posko Kesehatan

    "Dari KM 28 ke arah Surabaya itu rest area jauh. Jarak rest area sekitar 100 kilometer," ujar Sudaryatmo dalam diskusi SmartFM dan Populi Center bertajuk Perspektif Indonesia menghadapi Lebaran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 25 Mei 2019.

    Padahal, seharusnya, rest area di jalan bebas hambatan tersedia setidaknya setiap jarak 50 kilometer. Pemerintah mengaturnya secara resmi dalam Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan. Dalam beleid itu juga disebutkan bahwa penyelenggara jalan tol wajib melengkapi rest area dengan fasilitas yang dibutuhkan pengendara.

    BACA: Mudik 2019: Pembangunan Rest Area Tol Pemalang-Batang Dikebut

    Sudaryatmo mengatakan jumlah rest area tercatat minim untuk jalur Cirebon menuju Jawa Timur. Sedangkan di jalur Jakarta menuju Cirebon atau sebaliknya, jumlahnya dipandang telah mencukupi.
    Ia menenggarai kondisi ini terjadi karena operator jalan hanya menghitung pengadaan rest area berdasarkan traffic pengguna jalan.

    Selain kuantitas, dari sisi kualitas, YLKI menyoroti fasilitas rest area yang acap tak diperhatikan, khususnya untuk menampung pemudik pada masa-masa khusus seperti saat angkutan Lebaran berlangsung. Ia memberi contoh desain fasilitas toilet. Menurut dia, jumlah toilet rest area, khususnya toilet untuk perempuan, seharusnya lebih banyak ketimbang toilet laki-laki.

    "Mereka desain jumlah toilet laki-laki dan perempuan sama. Padahal kebutuhannya beda," ucapnya.

    Sebagai langkah antisipasi, pada masa angkutan Lebaran 2019, ia meminta pemerintah menyediakan sejumlah toilet portabel. Upaya itu penting dilakukan untuk menghindari adanya antrean panjang pengunjung di toilet.

    Direktur Utama PT Jasa Marga Persero Tbk. Desi Arryani memastikan entitasnya telah memenuhi 95 persen kebutuhan rest area di sepanjang Jalan Trans Jawa. "Di Semarang-Solo kalau tidak salah ada 5 titik itu dipenuhi kontainer toilet, musala, memang di sana tipe kecil," ucapnya, kemarin.

    Persiapan rest area juga dilakukan di Jalan Tol Sumatera dari Bakauheni ke arah Terbangi Besar. Jasa Marga, ujar dia, telah menyediakan 11 titik lokasi peristirahatan. Untuk jarak 141 kilometer, Jasa Marga menyediakan sembilan rest area. Dengan begitu, ia menekankan, pengendara bakal bisa menemukan rest area setiap jarak 20 kilometer.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.