Instagram dan Facebook Masih Macet, Twitter Jadi Andalan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meme yang diunggah netizen saat terjadi WhatsApp down pada Ahad, 14 April 2019. Penggunaan media sosial Twitter dikabarkan meningkat setelah tiga media sosial tersebut mengalami gangguan. Instagram

    Meme yang diunggah netizen saat terjadi WhatsApp down pada Ahad, 14 April 2019. Penggunaan media sosial Twitter dikabarkan meningkat setelah tiga media sosial tersebut mengalami gangguan. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial paling populer di Indonesia, Facebook, Instagram dan aplikasi pesan WhatsApp hingga hari ini, Kamis 23 Mei 2019 masih sulit diakses. Namun, media sosial Twitter ternyata masih cukup andal untuk berbagi foto dan video selama beberapa jam belakangan ini.

    Baca juga: IHSG Diperkirakan Tak Bakal Terdampak Langsung Aksi 22 Mei

    Karena menjadi satu-satunya medsos yang masih lancar, lalu lintas unggahan teks, video singkat dan gambar di Twitter pun menjadi sangat ramai hingga pagi ini. Sejauh ini, trending topic Twitter Indonesia juga banyak dihiasi oleh topik politik dan demo 22 Mei yang memang tengah ramai diperbincangkan masyarakat.

    Pembatasan akses untuk Facebook, Instagram, Twitter dan WhatsApp in sudah terjadi sejak Rabu siang saat aksi demo 22 Mei berlangsung di beberapa titik di wilayah Jakarta. Dalam konferensi pers, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, menyatakan bahwa gangguan akses medsos akan berlangsung selama tiga hari hingga Jumat 24 Mei 2019 besok.

    Wiranto menjelaskan, kebijakan ini dilakukan untuk mengamankan Indonesia agar terbebas dari hoaks yang ramai beredar di tiga platform media sosial tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencegah dampak aksi 22 Mei yang dikhawatirkan semakin memicu kerusuhan.

    Senada, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga menyatakan pemerintah melakukan pembatasan sementara dan bertahap sebagian akses platform media sosial dan pesan instan. Konsekuensi dari pembatasan itu, kata dia, akan terjadi pelambatan akses, terutama untuk unggah dan unduh konten gambar dan video. "Kita semua akan mengalami pelambatan akses download atau upload video," ujarnya.

    Menurut Rudiantara, fitur yang dibatasi dan sementara tidak diaktifkan adalah fitur di media sosial Facebook, Instagram, dan Twitter untuk gambar, foto dan video. "Yang kita freeze-kan sementara yang tidak diaktifkan itu video, foto dan gambar. Karena secara psikologi video dan gambar itu bisa membangkitkan emosi," ia menjelaskan.

    Meskipun tidak bisa mengirim gambar dan video secara cepat di Facebook, Instagram, WhatsApp dan Twitter, Rudiantara memastikan pengiriman teks masih normal. Layanan panggilan suaran dan SMS secara seluler juga dipastikan normal.

    Baca jugaOjek Online Bantu Pulangkan Warga Terjebak Bentrok Dekat Bawaslu

    Pantauan Bisnis.com, untuk mengakses video dan gambar melalui plaftorm pesan instan Whatsapp dan media sosial Instagram dan Facebook memang memiliki kendala. Berbeda dengan jejaring media sosial Twitter. 

    BISNIS | FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.