Suku Bunga Penjaminan Tetap 7 Persen, Ini 4 Pertimbangan LPS

Destry Damayanti anggota Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah Ketua Dewan Komisioner LPS, Fauzi Ichsan Kepala Eksekutif LPS, Didik Madiyono, Direktur Eksekutif Riset, Surveilans dan Pemeriksaan Bank LPS saat memberikan keterangan pers di kantor LPS, Equity Tower, Kompleks SCBD, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 12 September 2018. TEMPO/Dias Prasongko

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penjaminan Simpanan atau LPS mempertahankan tingkat bunga penjaminan atau LPS rate untuk simpanan rupiah dan valuta asing di bank umum dan simpanan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Baca: Lelang 6 Seri Surat Utang SBSN, Pemerintah Raup Dana Rp 8,03 T

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menyampaikan bahwa tingkat bunga penjaminan untuk rupiah dan valuta asing pada bank umum tetap sebesar 7 persen dan 2,25 persen. Sementara itu, tingkat bunga penjaminan untuk rupiah pada BPR tetap sebesar 9,5 persen. Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku untuk periode 15 Mei—25 Mei 2019. 

Halim mengatakan, tingkat bunga penjaminan tidak berubah karena berdasarkan pada beberapa pertimbangan. Beberapa pertimbangan itu di antaranya karena suku bunga simpanan perbankan terpantau sudah melandai dan berada di level stabil. 

"Suku Bunga Pasar Simpanan (SBP) rupiah terpantau turun 3 bps menjadi sebesar 6,04 persen, sementara SBP untuk valas terpantau naik 1 bps menjadi 1,24 persen pada periode observasi, yaitu pada 5 April 2019 hingga 7 Mei 2019," kata Halim, Senin, 13 Mei 2019. Selain itu ada pertimbangan kondisi likuiditas perbankan yang relatif membaik, namun masih terdapat beberapa risiko upside. 

Berdasarkan data OJK, rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) bank umum cenderung menurun terbatas dari 93,35 persen pada Februari 2019 menjadi 93,27 persen pada Maret 2019. 

Selain itu, ada pertimbangan pertumbuhan kredit yang cenderung melambat dari 12,13 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Februari 2019 menjadi 11,55 persen yoy. Pada periode yang sama, pertumbuhan DPK sebaliknya meningkat terbatas dari 6,57 persen yoy menjadi 7,18 persen. 

Ada juga pertimbangan lain yakni kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) berada dalam kondisi stabil di mana Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur pada April 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 6 persen. "Keputusan ini sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia yang berupaya memperkuat stabilitas eksternal perekonomian," kata Halim.

Baca: Promo Ultah, BCA Tawarkan Bunga KPR 5,62 Persen

Berdasarkan data Maret 2019, jumlah rekening yang dijamin LPS adalah sebesar 99,91 persen dari total rekening atau setara dengan 281, 93 juta rekening. Sementara secara nominal, jumlah simpanan yang dijamin mencapai 52,3 persen dari total simpanan atau setara dengan Rp 2.483, 32 triliun.

BISNIS






Alasan Airlangga Minta Perbankan Beri Bunga Spesial bagi Eksportir, Klasik tapi...

6 hari lalu

Alasan Airlangga Minta Perbankan Beri Bunga Spesial bagi Eksportir, Klasik tapi...

Airlangga mengatakan eksportir mengatakan di luar negeri mereka mendapat bunga 3 persen.


Venezuela dan Kubu Oposisi Kompak Minta Pencairan Dana Publik

11 hari lalu

Venezuela dan Kubu Oposisi Kompak Minta Pencairan Dana Publik

Uang milik Venezuela itu, diharapkan secara bertahap dicairkan demi mengatasi krisis kemanusiaan. Oposisi ikut mendukung hal ini


Marak Pembobolan Rekening Bermodus Link Aplikasi Pengiriman Barang, Ini Penjelasan Asosiasi Logistik

12 hari lalu

Marak Pembobolan Rekening Bermodus Link Aplikasi Pengiriman Barang, Ini Penjelasan Asosiasi Logistik

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menanggapi soal maraknya modus pembobolan rekening bank melalui tautan atau link yang mengatasnamakan aplikasi pengiriman barang dan jasa.


Saldo di Rekening Brigadir J Disebut-sebut Mencapai Rp 100 Triliun, PPATK: Itu Hoaks

12 hari lalu

Saldo di Rekening Brigadir J Disebut-sebut Mencapai Rp 100 Triliun, PPATK: Itu Hoaks

PPATK mengkonfirmasi bahwa kabar soal rekening Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mencapai Rp 100 triliun tidak benar.


Mobil Brio Milik Satu Keluarga Tewas di Kalideres Terjual Rp160 Juta

23 hari lalu

Mobil Brio Milik Satu Keluarga Tewas di Kalideres Terjual Rp160 Juta

Polisi sebut mobil milik empat orang satu keluarga tewas di Kalideres terjual Rp160 juta.


Walhi dan TuK Protes, Sebut Banyak Bank di Negara Anggota G20 Terlibat Kejahatan Lingkungan

27 hari lalu

Walhi dan TuK Protes, Sebut Banyak Bank di Negara Anggota G20 Terlibat Kejahatan Lingkungan

Walhi dan TuK Indonesia meminta pemerintah serius merespon kondisi ini.


Bulog Masih Pelajari Aturan Pemberian Subsidi Bunga Pinjaman

29 hari lalu

Bulog Masih Pelajari Aturan Pemberian Subsidi Bunga Pinjaman

Aturan pemberian subsidi bunga bagi Bulog dan BUMN Pangan termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK.05/2022.


Gelar Economic Outlook 2023, Bank Hana Yakin Bisa Hadapi Ancaman Resesi Global

41 hari lalu

Gelar Economic Outlook 2023, Bank Hana Yakin Bisa Hadapi Ancaman Resesi Global

BKF melihat ekonomi Indonesia masih tumbuh baik di tengah ketidakpastian global dan ancaman resesi.


Seniman Ini Sebut Produk Seni Rupa Bisa Jadi Jaminan Utang Sebagai Aturan Absurd, Kenapa?

42 hari lalu

Seniman Ini Sebut Produk Seni Rupa Bisa Jadi Jaminan Utang Sebagai Aturan Absurd, Kenapa?

Seniman FX Harsono menilai aturan soal produk seni rupa bisa menjadi objek jaminan utang bagi lembaga keuangan bank sebagai hal yang absurd.


Bank Mandiri Mulai Pertimbangkan Menaikkan Bunga Kredit karena BI Rate Naik Terus

43 hari lalu

Bank Mandiri Mulai Pertimbangkan Menaikkan Bunga Kredit karena BI Rate Naik Terus

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan akan memperhatikan sejumlah hal, terutama kesehatan keuangan para debitur sebelum menaikkan suku bunga.