Lelang 6 Seri Surat Utang SBSN, Pemerintah Raup Dana Rp 8,03 T

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp 8,03 triliun dari lelang enam seri surat utang berupa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa kemarin dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 18,41 triliun.

    Baca: Bank Mandiri Raup Pesanan Sukuk SR011 Rp 730 Miliar

    Dari keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima hari ini, disebutkan jumlah dana diserap memenuhi target indikatif sebesar Rp 8 triliun.

    Adapun jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS03102019 mencapai Rp 0,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,2475 persen dan imbalan secara diskonto. "Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 3 Oktober 2019 sebesar Rp 6,63 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,18750 persen dan tertinggi 7 persen," seperti dikutip dari keterangan pers, Rabu, 3 April 2019.

    Sementara jumlah dimenangkan untuk seri PBS014 sebesar Rp 4,9 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,13967 persen dan tingkat imbalan 6,5 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2021 ini mencapai Rp 6,61 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,0625 persen dan tertinggi 7,4375 persen.

    Untuk seri PBS019, jumlah dimenangkan mencapai Rp 0,34 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,26682 persen dan tingkat imbalan 8,25 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 September 2023 ini mencapai Rp 0,873 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 7,21875 persen dan tertinggi 7,5 persen.

    Sedangkan untuk seri PBS021, jumlah dimenangkan mencapai Rp 0,95 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,55961 persen dan tingkat imbalan 8,5 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 November 2026 ini mencapai Rp 0,9745 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,5 persen dan tertinggi 7,875 persen.

    Untuk seri PBS022, jumlah dimenangkan mencapai Rp 0,42 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,2998 persen dan tingkat imbalan 8,625 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 April 2034 ini mencapai Rp 0,8 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,1875 persen dan tertinggi 8,375 persen.

    Adapun untuk seri PBS015, jumlah dimenangkan mencapai Rp 0,92 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,76994 persen dan tingkat imbalan 8 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2047 ini mencapai Rp 2,51 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,6875 persen dan tertinggi 8,90625 persen.

    Baca: Ingin Investasi SBR006 dengan Kupon 7,95 Persen, Begini Caranya

    Sebelumnya, pada lelang enam seri sukuk pada Selasa pertengahan bulan Maret lalu, pemerintah menyerap dana sebesar Rp 8,98 triliun. Dana yang diserap itu berdasarkan penawaran terhadap surat utang seri sukuk yang masuk senilai Rp 29,69 triliun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa