Selama Ramadan, Trafik Data XL Diprediksi Melonjak 30 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini (kiri), Direktur Komersial XL Axiata Allan Bonke (kedua kiri), Chief Premium Segment Officer XL Axiata Rashad Javier Sanchez (ketiga kiri) dan Vice President XL Axiata Region Jabodetabek Bambang Parikesit (keempat kiri) berbincang dengan pelanggan saat pembukaan XPLOR XL Axiata Tower di Jakarta, Selasa, 4 September 2018. Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2018 PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar program khusus bertema Bersama #JadiLebihBaik. ANTARA/Galih Pradipta

    Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini (kiri), Direktur Komersial XL Axiata Allan Bonke (kedua kiri), Chief Premium Segment Officer XL Axiata Rashad Javier Sanchez (ketiga kiri) dan Vice President XL Axiata Region Jabodetabek Bambang Parikesit (keempat kiri) berbincang dengan pelanggan saat pembukaan XPLOR XL Axiata Tower di Jakarta, Selasa, 4 September 2018. Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2018 PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar program khusus bertema Bersama #JadiLebihBaik. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Malang Trafik semua layanan operator seluler XL Axiata di wilayah Provinsi Jawa Timur bagian selatan diprediksi meningkat signifikan selama Ramadan. Trafik data yang diprediksi meningkat paling tinggi hingga mencapai 30 persen dari hari-hari biasa. 

    Baca: Smartfren: Merger dengan Indosat dan XL Bisa Terjadi

    Jawa Timur bagian selatan mencakup bekas Karesidenan Malang (Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang) dan Karesidenen Besuki (Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Situbondo). 

    Menurut Head of Sales XL Axiata Malang Jember Area Deri Puspita Yani, akses pada layanan video maupun musik diprediksi meningkat dalam skala lebih rendah dari trafik data. Layanan video ini didominasi Youtube, Facebook, dan Instagram.   

    Untuk Malang, jaringan 4G LTE kami sudah menjangkau 95 persen area dengan jumlah BTS (base tranceiver station4G lebih dari 540,” kata Deri dalam acara Digi Iftar di Malang, Sabtu, 11 Mei 2019. 

    Di Malang, trafik data XL diprediksi meningkat saat mudik terutama di wilayah Kecamatan Singosari dan Kecamatan Lawang, serta di sepanjang jalan tol. Pada masa Lebaran, trafik layanan XL diprediksi melonjak di tempat-tempat wisata. 

    Pada jaringan core, ujar Deri, XL Axiata meningkatkan kapasitas secara menyeluruh, termasuk dengan menambah upstream menjadi 1.5x melalui 2 exchange (Singapura dan Australia). 

    Beberapa faktor mempengaruhi lonjakan trafik data dari tahun ke tahun. Antara lain, kebiasaan pelanggan mengakses data tidak hanya untuk berkomunikasi dengan orang lain, tapi juga untuk mengakses pelbagai layanan data lainnya baik untuk hiburan, media sosial, transaksi jual beli, perbankan, dan mencari informasi. 

    Prediksi pertumbuhan yang signifikan itu diantisipasi XL Axiata dengan cara meningkatkan kapasitas dan perluasan jaringan broadband 4G LTE (long term evolution) hingga menjangkau 95 persen populasi Indonesia.    

    Perluasan jaringan XL dilakukan dengan memodernisasi BTS melalui 50 BTS mobile dan 10 ribu BTS baru di jalur mudik. Modernisasi ini mencakup 100 persen jalur tol Trans Jawa maupun jalur kereta Jakarta-Surabaya; 85 persen jalan tol di luar Pulau Jawa, yakni Bakauheni-Terbanggi di Provinsi Lampung, serta 95 persen jalan raya bukan tol Pantai Utara Jawa (Pantura) dari Jakarta hingga Surabaya. 

    Baca: XL: Registrasi Kartu Prabayar Turunkan Jumlah Pelanggan, Tapi..

    Modernisasi BTS 4G XL juga memperluas area cakupan atau coverage area pada jalur nontol Pantai Selatan sebesar 90 persen. Begitu pula dengan 94 persen jalur mudik utama di Pulau Sumatera dan 66 persen wilayah Kalimantan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.