Jokowi Minta Jalan Pantura Dimaksimalkan Saat Arus Mudik Lebaran

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Res Area di Jalur Pantura, KM 43. TEMPO/RIDIAN EKA SAPURRA

    Res Area di Jalur Pantura, KM 43. TEMPO/RIDIAN EKA SAPURRA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan memaksimalkan pemanfaat dan penggunaan jalan pantura selama arus mudik Lebaran dan arus balik. "Yang diinginkan Presiden (Jokowi) supaya jalan pantura itu diutilisasikan," kata Budi Karya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.

    BACA: Jokowi Jengkel Perizinan Ruwet, Darmin Bicara OSS

    Budi Karya mengatakan, saat arus mudik Lebaran, pemerintah berencana menerapkan kebijakan satu arah atau one way ke arah timur di jalan Tol Trans Jawa, mulai dari kilometer 29 hingga kilometer 262 atau sampai Brebes, Jawa Tengah. Adapun pengendara dari timur mau ke barat akan dialihkan ke jalan pantura.

    Saat arus balik Lebaran, Budi Karya mengatakan kebijakan satu arah dari timur ke barat akan diberlakukan di jalan tol. Sedangkan pengendara dari barat ke timur dialihkan ke jalan pantura.

    BACA: Susi Komentari Luhut, Satgas 115 Dibentuk Presiden Jokowi

    Menurut Budi Karya, skema tersebut dipilih sebagai antisipasi pergerakan penumpang yang tinggi di jalan tol menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sekitarnya. Sebab, dengan tersambungnya jalan dari Jakarta hingga Surabaya, meningkatkan ekspektasi masyarakat terhadap jalan tol. "Karenanya kita bicara intensif dengan kepolisian. Bahkan sudah kita sosialisasikan ke Jawa Tengah, Jawa Barat di Bandung," ujarnya.

    Penerapan skema satu arah pada mudik lebaran dan arus balik lebaran ini adalah hasil evaluasi dari penerapan contraflow pada masa mudik tahun lalu. Skema itu dinilai efektif dalam mengatasi kemacetan. Namun, lantaran jaraknya pendek, skema contraflow kembali menyebabkan kemacetan di ujung jalan ketika arus kembali bergabung.

    Baca berita tentang Jokowi lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.