Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi 5,07 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pekerjaan pembangunan gedung betingkat di Jakarta, Senin, 5 November 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen (<i>year-on-year</i>), lebih tinggi dibanding 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja melakukan pekerjaan pembangunan gedung betingkat di Jakarta, Senin, 5 November 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen (year-on-year), lebih tinggi dibanding 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi 5,07 persen pada kuartal I 2019. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, nilai pertumbuhan itu lebih tinggi dari kuartal I 2018 yang sebesar 5,06 persen.

    Baca juga: RI Genjot Infrastruktur, Sri Mulyani Harap Berimbas ke ASEAN

    "Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa perusahaan sebesar 10,36 persen," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.

    Adapun dari sisi pengeluaran, angka tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga yang tumbuh 16,93 persen.

    Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2019 mencapai Rp 3.782,4 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 2.625,0 triliun.

    Menurut Suhariyanto, ekonomi Indonesia triwulan I 2019 terhadap triwulan sebelumnya turun sebesar 0,52 persen atau q-to-q. Dari sisi produksi, kata dia, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Sementara dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan antara lain oleh kontraksi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, dan ekspor.

    Suhariyanto mencatat pada realisasi belanja pemerintah pada kuartal I 2019 sebesar Rp 452,06 triliun, lebih rendah dari I 2018 yang Rp 419,44 triliun. Menurut dia, realisasi belanja itu, didorong oleh transfer ke daerah dan dana desa, serta belanja pemerintah. Adapun struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan 2019 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

    Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2019 bisa mencapai 5,2 persen. Angka itu lebih tinggi dari kuartal I 2018 yang sebesar 5,06 persen."Kalau 5,1 persen mah dapet lah. 5,2 persen juga mestinya mungkin saja," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat, 26 April 2019.

    Di lokasi yang berbeda, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2019 tetap kuat ditopang permintaan domestik. Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada triwulan I 2019.

    "Bauran kebijakan Bank Indonesia, Pemerintah, dan otoritas terkait akan terus diperkuat guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik yang diprakirakan berada dalam kisaran 5,0-5,4," kata Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 24 April 2019.

    Baca berita pertumbuhan ekonomi lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.