Menjelang Rilis BPS, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Lebih Baik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik Suharyono saat merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 di kantor pusat Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, 6 November 2017. BPS merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 sebesar 5,06 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari kuartal pertama dan kedua 2017 sebesar 5,01 persen. Tempo/Tony Hartawan

    Kepala Badan Pusat Statistik Suharyono saat merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 di kantor pusat Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, 6 November 2017. BPS merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2017 sebesar 5,06 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari kuartal pertama dan kedua 2017 sebesar 5,01 persen. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang rilis tiga data ekonomi oleh Badan Pusat Statistik hari ini, Senin, 6 Mei 2019, Kepala Riset LPEM UI Febrio N. Kacaribu memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama ini akan mencapai 5,2 persen ditopang oleh kuatnya konsumsi masyarakat.

    Baca juga: RI Genjot Infrastruktur, Sri Mulyani Harap Berimbas ke ASEAN

    Febrio meyakini kuatnya konsumsi masyarakat ini akan terus berlanjut pada tahun ini selama tidak ada perselisihan politik pascapemilu. “Pengeluaran rumah tangga yang tetap kuat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Febrio, Minggu, 5 Mei 2019.

    Badan Pusat Statistik akan mengeluarkan tiga data ekonomi penting hari ini, Senin (6/5/2019), yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2019, indeks tendensi bisnis dan konsumen dan keadaan ketenagakerjaan Indonesia Februari 2019.

    Di tengah perlambatan global, ekonomi Indonesia pada kuartal I/2019 diperkirakan tumbuh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu seiring dengan tetap kuatnya konsumsi masyarakat. Kuartal I/2018 PDB Indonesia tumbuh 5,06 persen.

    Rata-rata dari konsensus sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 3 bulan pertama 2019 akan mencapai 5,16 persen dan nilai tengahnya sebesar 5,18 persen. 

    Proyeksi tersebut masih sejalan dengan perkiraan pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Menko Perekonomian Damin Nasution memperkirakan mencapai 5,1 persen. Darmin melihat konsumsi masyarakat dan kontribusi positif sektor pertanian cukup berpengaruh besar. 

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I /2019 akan mendekati level 5,2 persen atau lebih tinggi dibandingkan pada 5,06 persen pada kuartal I/2018.

    Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh konsumsi dalam negeri yang membaik pada periode Januari-Maret. Konsumsi yang kuat ini dipicu oleh terjaganya daya beli dan keyakinan masyarakat serta berlanjutnya stimulus fiskal, termasuk melalui bantuan sosial dan belanja terkait Pemilu.

    Sayangnya, BI melihat investasi sedikit melambat disebabkan oleh pola musiman awal tahun.

    Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. Andry Asmoro melihat adanya perbaikan signifikan dari belanja pemerintah pada kuartal I/2019 yang diperkirakan tumbuh hingga 6,5 persen dibandingkan 2,71 persen pada kuartal I/2018. 

    “Pertumbuhan ini didorong oleh persiapan pemilu 2019 dan realisasi yang lebih tinggi dari belanja subsidi dan bantuan sosial,” ungkap Andry. 

    Sementara itu, investasi tercatat melambat sebesar 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 7,94 persen. Menurut Andry, hal ini bisa dimengerti karena pemerintah melakukan perubahan fokus anggaran dari proyek infrastruktur ke belanja sosial tahun ini. 

    Baca berita pertumbuhan ekonomi lainnya di Tempo.co

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.