Menteri Susi Lepas 30 Induk Penyu di Perairan Natuna Hasil Perdagangan Ilegal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Susi Pudjiastuti menaiki perahu dalam kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada 15-16 April 2019. Dalam kunjungan ini, menteri Susi mengunjungi Pulau Laut dan Pulau Sekatung sebagai salah satu pulau terluar Indonesia di kawasan Laut Natuna Utara. KKP

    Menteri Susi Pudjiastuti menaiki perahu dalam kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada 15-16 April 2019. Dalam kunjungan ini, menteri Susi mengunjungi Pulau Laut dan Pulau Sekatung sebagai salah satu pulau terluar Indonesia di kawasan Laut Natuna Utara. KKP

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Susi Pudjiastuti melepaskan 30 induk penyu di perairan Natuna, Kepulauan Riau, pada Minggu, 5 Mei 2019. Pelepasan penyu itu terekam dalam video berdurasi 37 detik yang ia unggah melalui akun Instagram pribadinya. 
     
     
    "Today i released 30 turtles from a abundan turtles that are almost mother in Singapore by trade in Batam. And Now we released them in Natuna. (Hari ini saya melepaskan 30 penyu dari banyak penyu yang hampir menjadi induk di Singapura hasil perdagangan di Batam. Dan sekarang kita lepaskan dari Natuna),” ujar Susi dalam video tersebut.
     
    Melalui keterangan videonya, Susi menjelaskan bahwa Kepolisian Daerah Kepulauan Riau telah berhasil menangkap pelaku praktik perdagangan penyu di Batam. Dalam operasi penangkapan itu, Polda Kepulauan Riau mengamankan 100 ekor penyu.
     
     
    Sebagian besar dari jumlah penyu yang dihimpun pihak kepolisian telah mati karena luka tombak. Hanya 30 ekor di antaranya yang masih bertahan hidup dan dapat diselamatkan. Penyu-penyu selamat itulah yang hari ini dilepaskan Susi ke habitatnya. 
     
    Bos Susi Air yang dalam video itu mengenakan pakaian renang berwarna biru berpadu celana hitam tampak berada di bibir laut. Ia terlihat sedang membiarkan dua induk penyu berenang menuju perairan. 
     
    Sambil menyaksikan dua ekor penyu berenang, Susi yang berdiri sambil memegangi dua lututnya mengatakan ingin membiarkan penyu-penyu itu kembali tumbuh dan berkembang di habitatnya. "See, hopefully they grow, bigger, and one day maybe we'll see them coming back and having baby around here. (Lihat, semoga mereka tumbuh, lebih besar, dan suatu hari mungkin kita akan melihat mereka kembali dan melahirkan di sini),” ucap Susi. 
     
    "But at least they are free. (Tapi setidaknya mereka bebas),” ucap Susi menutup video tersebut. 
     
    Video yang baru diunggah 1 jam itu langsung menuai respons warganet. Tayangan tersebut langsung disukai oleh lebih dari 100 ribu pengguna Instagram dan menuai 400 lebih komentar. Sejumlah warganet memuji sikap Susi dan berharap perempuan asal Pangandaran, Jawa Barat, itu kembali menjadi menteri. 
     
    “Siapa pun presidennya, semoga ibu kembali menjadi Menteri Kelautan (dan Perikanan) ya, Bu,” tulis pemilik akun @feb.nazuar. Akun lain menulis, “Semangat terus Bu Susi Pudjiastuti. Kami membutuhkan wanita tangguh seperti Anda untuk menjaga laut kami,” ujar @evypurwanti104. 
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.