Kisruh Laporan Keuangan, Garuda Jelaskan Kerja Sama dengan Mahata

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024.  REUTERS/Willy Kurniawan

    Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan soal perjanjian Garuda Indonesia dengan PT Mahata Aeto Teknologi yang berujung pada kisruh laporan keuangan Garuda tahun pembukuan 2018. Menurut Ikhsan, kerja sama Garuda dengan Mahata berbentuk kerja sama iklan.

    Baca: Laporan Keuangan Jadi Polemik, Ini Klarifikasi Garuda

    Garuda sebagai marketplace menawarkan lapak iklan untuk Mahata. Dari hasil kesepakatan ini, Garuda akan meraup penghasilan dari bisnis tambahan atau ancillary revenue. “Garuda Indonesia itu kan marketplace. Kami punya penumpang 50 juta per tahun. Itulah yang kami uangkan,” ujar Ikhsan saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat, 3 Mei 2019. 

    Sebelumnya dua komisaris Garuda dari Trans Company, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria, menolak menekan laporan keuangan yang mencatatkan pembukuan maskapai selama setahun. Dalam surat penolakan tersebut, mereka menyebutkan bahwa laporan keuangan Garuda Indonesia bertentangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Negara Nomor 23 lantaran telah mencatatkan pendapatan yang masih berbentuk piutang. Piutang yang dimaksud berasal dari perjanjian kerja sama antara PT Garuda Indonesia Tbk dan PT Mahata Aero Teknologi serta PT Citilink Indonesia.

     
    Menurut Ikhsan, berdasarkan nota kerja sama, Mahata akan memasang Wi-Fi di seluruh maskapai Garuda Group, yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan Sriwijaya. Layanan itu akan didomplengi iklan berbayar oleh Mahata yang dapat diakses seluruh penumpang Garuda. 
     
    Bagi Garuda Indonesia, kerja sama ini menguntungkan karena selain mendatangkan pendapatan, layanan terhadap penumpang akan bertambah. Sebab, penumpang akan mendapatkan layanan Internet gratis. 
     
    Sedangkan Mahata akan mendapatkan pasar yang potensial. Ia mencontohkan, bila satu penumpang memiliki nilai iklan US$ 4, maka 50 juta penumpang akan menghasilkan nilai iklan US$ 200 juta. “Kalau (pembagian) secara konservatif 50 persen, berarti US$ 100 juta itu pendapatan yang nantinya akan diterima ke depan oleh Mahata,” ucap VP Corporate Secretary Garuda Indonesia tersebut. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.