Insiden KRI Tjiptadi 381, Susi Pudjiastuti Intensifkan Patroli

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hari ini, Selasa, 30 April 2019, melakukan peninjauan 22 kapal asing di Pontianak yang akan ditenggelamkan pada Sabtu, 4 Mei 2019. (sumber: Twitter @kkpgoid)

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hari ini, Selasa, 30 April 2019, melakukan peninjauan 22 kapal asing di Pontianak yang akan ditenggelamkan pada Sabtu, 4 Mei 2019. (sumber: Twitter @kkpgoid)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membeberkan langkah pemerintah pasca insiden ditabraknya KRI Tjiptadi-381 oleh kapal Vietnam di Laut Natuna Utara, pekan lalu. Ia mengatakan pemerintah akan terus memberi efek jera kepada para pencuri ikan.

    BACA: Menteri Susi: Lelang Kapal Ilegal Bukan Sikap Umum Pemerintah

    Atas sikap itu, Susi meminta semua pihak solid. Dengan demikian, para pencuri ikan pasti takut untuk masuk ke wilayah Indonesia. "KKP akan terus patroli intensif," ujar Susi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 30 April 2019.

    Susi berujar ke depannya intensitas dan kapasitas patroli akan ditambah. Ia juga menyatakan telah bertemu dengan Panglima TNI untuk menggelar patroli gabungan.

    Di samping itu, ia mengatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga tetap melancarkan protes mengenai aksi kapal Vietnam tersebut. Diplomasi dilakukan, kata Susi, bukan hanya dengan Vietnam, namun juga dengan negara sekeliling Natuna.

    BACA: Safari Ramadan ala Menteri Susi: Tenggelamkan Kapal

    Selanjutnya, Susi mengatakan pemerintah juga mesti terus menjaga integritas aparat hukum Indonesia. "Sebab, meskipun kapal hebat, pegawainya berani, tapi kalau elite kita integritasnya enggak ada, meriam pun tak bunyi, ketegasan tidak ada artinya," ujar dia.

    Sebelumnya diberitakan bahwa kapal Vietnam yang menabrak KRI Tjiptadi-381 di Laut Natuna Utara bermula dari pencurian ikan oleh kapal ikan asing berbendera Vietnam bernomor lambung BD 979.

    Komandan KRI Tjiptadi kemudian berupaya menangkap kapal tersebut. Namun ternyata kapal ikan ini dikawal kapal Pengawas Perikanan Vietnam.

    Kapal pengawal itu berusaha menghalangi proses penegakan hukum oleh personel TNI AL di KRI Tjiptadi-381. "Mereka memprovokasi hingga gangguan fisik dengan cara menabrakkan badan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381," kata Panglima Komando Armada I TNI AL, Laksamana Muda TNI Yudo Margono.

    Menurut Komando Armada I TNI AL, lokasi kejadian itu ada di wilayah ZEE nasional, sehingga tindakan penangkapan kapal ikan ilegal itu oleh KRI Tjiptadi-38 sudah benar dan sesuai prosedur. Namun pada sisi lain, pihak Vietnam juga mengklaim wilayah itu merupakan perairan Vietnam.

    Baca berita tentang Susi Pudjiastuti lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.