Safari Ramadan ala Menteri Susi: Tenggelamkan Kapal

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pencuri ikan asal Vietnam tenggelam perlahan usai diledakan di tengah kabut asap di laut wilayah Pontianak, Kalimantan Barat, 19 Oktober 2015. Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat menenggelamkan kapal pencuri ikan selama kapal tersebut belum diajukan ke pengadilan. ANTARA/Regina Safri

    Kapal pencuri ikan asal Vietnam tenggelam perlahan usai diledakan di tengah kabut asap di laut wilayah Pontianak, Kalimantan Barat, 19 Oktober 2015. Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat menenggelamkan kapal pencuri ikan selama kapal tersebut belum diajukan ke pengadilan. ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan bakal menenggelamkan 51 kapal ikan asing ilegal mulai 4 Mei 2019. "Kami akan cicil dimulai dari tanggal 4 Mei itu. Semacam safari Ramadan Menteri Kelautan," ujar Susi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 30 April 2019.

    Baca juga: Jadi Menteri KKP Tinggal 6 Bulan, Susi: Saya Titip Laut

    Sebanyak 51 kapal itu adalah hasil tangkapan Satuan Tugas 115 hingga April 2019. Sebenarnya, Satgas juga menangkap 30 kapal ilegal lainnya, namun statusnya belum inkracht.

    Kapal-kapal asing ilegal yang akan ditenggelamkan itu terdiri dari 38 kapal Vietnam, 6 kapal Malaysia, 2 kapal Cina, 1 kapal Filipina, dan 4 kapal Indonesia.

    Penenggelaman perdana akan dilakukan di Pontianak terhadap 26 kapal berbendera Vietnam. Selanjutnya penenggelaman dilakukan di Batam sebanyak 4 kapal, Belawan 3 kapal, Natuna 12 kapal, dan di Merauke 3 kapal. "Kami akan cicil karena enggak bisa diselesaikan langsung," ujar Susi.

    Susi memperkirakan, penenggelaman 51 kapal itu mungkin butuh waktu sekitar dua pekan. Adapun kapal yang ditenggelamkan, kategori ukuran besar yakni memiliki panjang 20-30 meter, lebar sekitar 6 meter, dan tinggi sekitar 6-7 meter.

    Menteri Susi meminta proses penenggelaman kapal ini di bawah pengawasan ketat. Sebab, menurut dia, ada oknum yang kerap tak menyelesaikan penenggelaman kapal. Sehingga, apabila hal tersebut terjadi maka penegakan hukum di laut Indonesia tidak berwibawa lagi.

    Baca: Luhut Panggil Susi Pudjiastuti Bahas Kapal Sitaan Pekan Depan

    Sebelumnya, sepanjang 2014 hingga 2018, Kementerian KKP pihaknya telah menenggelamkan 488 kapal yang melakukan pencurian ikan atau illegal fishing.  Ke depannya, Susi menegaskan akan terus menindak kapal-kapal ilegal agar memberi efek jera pad pelaku perikanan ilegal. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan aparat agar solid dalam mengambil sikap tegas itu. Sehingga, kapal ilegal pun takut kembali ke perairan Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.