Prabowo Ragukan Data Pertumbuhan Ekonomi, Ini Respons Tim Jokowi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berorasi dalam kampanye akbar di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berorasi dalam kampanye akbar di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi -Ma'ruf Amin, Arif Budimanta mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang sekitar 5 persen merupakan suatu capaian yang perlu diapresiasi. "Karena untuk tumbuh sebesar itu diperlukan perencanaan dan pengorganisasian yang baik," kata Arif saat dihubungi, Ahad, 7 April 2019.

    Baca juga: Sri Mulyani Yakin Kinerja Fiskal Tahun Ini Sebaik 2018

    Arif mengatakan sejak 2011, tren pertumbuhan ekonomi turun akibat efek turunan atau lanjutan dari krisis 2008 sampai 2015. Pertumbuhan ekonomi pun merosot dari sekitar 6 persen menjadi di bawah 5 persen.

    Kini, kata dia, tren pertumbuhan ekonomi semakin membaik dan naik di atas 5 persenan. Bahkan, Arif membandingkan, ketika Indonesia tumbuh di atas 6 persenan, Cina sebagai negara mitra dagang utama tumbuh dua digit. Sekarang, pertumbuhan Cina hanya sekitar 6-7 persen, atau sudah menurun sekitar 30 persen.

    "Kita masih lebih baik, ke depan akan lebih baik dengan semakin baiknya infrastruktur ekonomi dan komitmen yang kuat dari pemerintah menjalankan redistribusi aset dan kebijakan keadilan ekonomi," ujar Arif.

    Arif mengungkapkan, Presiden Joko Widodo atay Jokowi menyadari bahwa memang ada tekanan global terhadap Indonesia. Makanya, kata dia, Jokowi sejak awal menyatakan kunci pertumbuhan ekonomi ada di ekspor dan investasi.

    "Misi-misi dagang Indonesia harus lebih aktif, duta-duta besar kita juga harus mengedepankan diplomasi ekonomi agar neraca dagang atau ekpor kita semakin baik dan memberi kontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi. Sehingga, pada akhirnya berimplikasi positif untuk mendorong terbukanya lapangan kerja yang lebih luas," ujar Arif.

    Pernyataan Arif itu, merespons orasi calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang lagi-lagi meragukan data pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen. Dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Ahad pagi ini, Prabowo kembali menuding pejabat dan elite politik sering menyampaikan pertumbuhan ekonomi yang tak sesuai dengan kenyataan.

    Simak: Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat di 2019

    Dengan meniru gerak-gerik ala politisi saat berpidato, Prabowo menyindir para 'elite' tersebut. "Ya bapak, ibu, kita sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi telah mencapai 5 persen," kata Prabowo dengan suara yang dibuat-buat. Tak lama kemudian, Prabowo menimpali ucapannya sendiri, "5 persen ....!".

    HENDARTYO HANGGI | RYAN DWIKY ANGGRIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.