Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat di 2019

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mobil yang siap diekspor terparkir di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 8 Agustus 2017. Kemenperin mencatat ekspor mobil CBU pada Semester I tahun 2017 sebanyak 113.269 unit atau meningkat 20,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar 94.000 unit. ANTARA FOTO

    Ratusan mobil yang siap diekspor terparkir di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 8 Agustus 2017. Kemenperin mencatat ekspor mobil CBU pada Semester I tahun 2017 sebanyak 113.269 unit atau meningkat 20,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar 94.000 unit. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Washington - Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global bakal melambat menjadi 2,9 persen pada tahun 2019. Angka itu turun dibandingkan dari pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 3 persen pada 2018.

    Baca: Laporan Bank Dunia Soal Infrastruktur, Luhut: Pencapaian Bagus

    Dalam laporan semi tahunan bertajuk Prospek Ekonomi Global yang baru dirilis, Bank Dunia mengatakan bahwa prospek ekonomi global menjadi suram. Hal tersebut di antaranya karena kondisi-kondisi pembiayaan global semakin ketat, meningkatnya ketegangan perdagangan serta tekanan di pasar keuangan beberapa negara emerging market dan negara berkembang.

    "Menghadapi headwinds ini, pemulihan di negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang telah kehilangan momentum," kata laporan itu, Rabu, 9 Januari 2019.

    Bank Dunia memperkirakan negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang tumbuh sebesar 4,2 persen pada 2019. Artinya angka itu 0,5 persen lebih rendah dari yang diproyeksikan sebelumnya pada Juni tahun lalu.

    Pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju diperkirakan melambat menjadi 2 persen pada 2019 dari 2,2 persen pada 2018. Perlambatan tersebut di antaranya, menurut Bank Dunia, karena bank-bank sentral utama terus menarik kebijakan moneter akomodatif mereka.

    "Risiko-risiko penurunan telah menjadi lebih akut dan termasuk kemungkinan pergerakan pasar keuangan yang tidak teratur dan eskalasi sengketa perdagangan," kata laporan itu. Bank Dunia juga memperingatkan bahwa peningkatan ketegangan perdagangan dapat mengakibatkan pertumbuhan global lebih lemah dan mengganggu rantai nilai yang saling terhubung secara global.

    Laporan tersebut memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina akan melambat menjadi 6,2 persen pada 2019 dari 6,5 persen pada 2018. Perlambatan ekonom Cina disebabkan berlanjutnya penyeimbangan kembali domestik dan eksternal.

    Bank Dunia menjelaskan pihak berwenang di Cina telah melonggarkan kebijakan moneter dan fiskal dalam menanggapi lingkungan eksternal yang lebih menantang. "Langkah-langkah kebijakan ini sebagian besar diharapkan untuk mengimbangi dampak negatif langsung dari kenaikan tarif pada ekspor Cina," kata laporan itu.

    Pada awal 2018 ekonomi global bekerja atau berfungsi pada tingkat kinerja puncak, tetapi kehilangan kecepatan selama tahun ini. "Dan perjalanan itu bahkan bisa semakin memburuk di tahun mendatang," kata CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva dalam sebuah pernyataan. "Ketika tantangan ekonomi dan keuangan meningkat untuk negara-negara emerging market dan berkembang, kemajuan dunia dalam mengurangi kemiskinan ekstrem dapat terancam."

    Laporan tersebut menyatakan bahwa prioritas paling mendesak bagi para pembuat kebijakan di negara-negara emerging market dan berkembang adalah bersiap menghadapi kemungkinan tekanan pasar keuangan dan membangun kembali penyangga kebijakan ekonomi makro yang sesuai.

    Baca: Mundur Mendadak, Apa Rencana Presiden Bank Dunia Selanjutnya?

    "Sama kritisnya, para pembuat kebijakan perlu menumbuhkan potensi pertumbuhan yang lebih kuat dengan meningkatkan modal manusia, menghilangkan hambatan investasi, dan meningkatkan integrasi perdagangan dalam sistem multilateral berbasis aturan," seperti dikutip dari laporan Bank Dunia itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.