Rencana Impor Bawang Putih, KPPU: Kami Pantau

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menggenjot Produksi Bawang Putih Menuju Swasembada di 2021

    Menggenjot Produksi Bawang Putih Menuju Swasembada di 2021

    TEMPO.CO, Bandung - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU Kurnia Toha mengatakan lembaganya tetap bersikukuh meminta pemerintah membatalkan rencana impor bawang putih lewat penunjukan Bulog. “Sebaiknya jangan diskriminasi,” kata dia di Bandung, Kamis, 4 April 2019.

    BACA: 2019, Luas Tanam Bawang Putih Digenjot Hingga 20 Ribu Hektare

    Toha mengatakan, lembaganya mempersoalkan penunjukan Bulog sebagai pelaksana rencana impor bawang putih. “Dilihat dari prinsip persaingan usaha gak tepat, kan untuk swasta harus menanam, tapi ini untuk ini kan (Bulog) tidak perlu menanam. Ini kan diskriminasi,” kata dia.

    Toha mengatakan, dalam prinsip persaingan usaha tidak boleh ada diskriminasi. “Kalau ada diskriminasi, harus punya alasan-alasan yang sangat kuat, kenapa harus ada diskriminasi,” kata dia.

    BACA: Bawang Merah Mahal, Menteri Amran Sebut Ada Masalah Distribusi

    Jika pemerintah meneruskan rencana tersbut, Toha mengaku, lembaganya tidak bisa mencegahnya. “Ini kan kebijakan negara. Kalau kebijakan negara, KPPU hanya bisa memberi nasehat, ini gak bagus. Ktia gak bisa menghukum pemerintah kan, tapi pemerintah yang baik tentu harus adil,” kata dia.

    Toha mengatakan, lembaganya tetap akan melakukan pemantauan jalannya rencana impor bawang putih tersebut. “Ini tetap jadi pantauan kami,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.