Kerabat Jauh Prabowo Diduga Bobol ATM, BCA: Itu Bukan Mesin Kami

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah usai mengambil uang melalui ATM di Mall Ciputra, Jakarta, Senin (10/5). TEMPO/Dinul Mubarok

    Nasabah usai mengambil uang melalui ATM di Mall Ciputra, Jakarta, Senin (10/5). TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) membantah bahwa anjungan tunai mandiri (ATM) miliknya yang diduga dibobol oleh kerabat jauh calon presiden Prabowo Subianto, Ramyadjie Priambodo beberapa waktu lalu.

    Baca: Kerabat Prabowo Diduga Bobol ATM, Bagaimana Proyeksi Saham BCA?

    "Kami perlu sampaikan bahwa nilai kerugian BCA Rp 300 juta dan mesin ATM di kamar tersangka bukan ATM milik BCA," seperti dikutip dari pernyataan tertulis BCA kepada Tempo, Ahad malam, 17 Maret 2019.

    Pernyataan tersebut menanggapi pemberitaan yang beredar terkait pembobolan ATM BCA yang dilansir oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya. Pihak kepolisian telah menangkap Ramyadjie Priambodo, kerabat jauh calon presiden Prabowo Subianto, atas perkara pembobolan ATM BCA.

    Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono enggan menyampaikan nama lengkap dari tersangka kasus tersebut. "Saya tahunya inisial RP," kata Argo.

    Menurut Argo, polisi memang sedang menangani kasus dugaan pencurian dan atau mengakses sistem milik orang lain. Dia berujar, perkara itu sesuai dengan Laporan Polisi tanggal 11 Februari 2019.

    Argo mengatakan total kerugian dalam kasus ini Rp 300 juta. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu masker saat tersangka mengakses di ATM, satu kartu ATM, dan dua kartu ATM warna putih yang sudah ada duplikasi data. Selain itu, polisi juga menyita laptop, ponsel dan peralatan skimming.

    Baca: Kasus Pembobolan ATM, Peralihan ke Chip Makin Mendesak

    Lebih jauh BCA menyebutkan, perusahaan dalam kegiatan operasionalnya senantiasa mengacu pada ketentuan dan Undang-undang yang berlaku. BCA juga telah melaporkan kepada pihak berwajib, apabila ada indikasi tindak kejahatan seperti skimming.  

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.