Akulaku Suntik Dana Investasi Rp 500 Miliar ke Bank Yudha Bhakti

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi Kredit Virtual, Akulaku mengadakan promo belanja Hari Pesta Kredit Nasional atau HARPITNAS dengan penawaran belanja

    Aplikasi Kredit Virtual, Akulaku mengadakan promo belanja Hari Pesta Kredit Nasional atau HARPITNAS dengan penawaran belanja "Rp 1,000 Dapat Semua" saat menggelar konferensi pers di Main Atrium Gandaria City Mall, Kamis, 23 Agustus 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi keuangan asal Cina, Akulaku melakukan investasi dengan mengucurkan modal Rp 500 miliar kepada Bank Yudha Bhakti atau BYB. Direktur Utama BYB, Denny Novisar Mahmuradi mengatakan realisasi investasi Akulaku tidak hanya berhenti pada penyuntikan dana sebesar Rp 500 miliar ke tubuh BYB saja.

    Baca: Cek Program Investasi Sosial, Sri Mulyani dan Basuki ke Banten

    "Namun juga pada kerja sama peningkatan beberapa Iayanan program digital perbankan maupun bentuk financial technology lain yang akan semakin memanjakan nasabah dan calon nasabah BYB," kata Denny di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019.

    Denny mengatakan BYB dengan basis nasabah retail dan Akulaku yang bergerak bidang teknologi, merupakan kombinasi yang potensial untuk unggul di persaingan perbankan dl era digital. Dia berharap melalui pengembangan ragam aplikasi layanan perbankan yang mudah, aman dan cepat untuk nasabah.

    Menurut Denny, investasi itu akan memperluas sektor bisnis BYB ke bidang-bidang baru seperti pinjaman individu, sektor pertanian dan sektor UKM. BYB dengan Akulaku, kata Denny, akan mendedikasikan segenap energi dan kekuatan mereka pada nilai inklusi keuangan, praktik keuangan berbasis digital dan data serta kesetaraan finansial masyarakat lndonesia.

    "lnvestasi ini adalah kesepakatan baru karena tidak pernah ada sebelumnya perusahaan teknologi dan bank tradisional pernah bekerja sama seperti kesepakatan yang telah dicapai antara BVB dan Akulaku," ujarnya.

    Di lokasi yang sama, CEO Akulaku William Li menegaskan kerja sama dengan skema penyuntikan modal oleh fintech ke institusi perbankan baru pertama kalinya terjadi di Indonesia. William yakin kerja sama itu memperkuat kedua belah pihak

    "Investasi ini adalah kesepakatan baru karena tidak pernah ada sebelumnya perusahaan teknologi dan bank tradisional pernah bekerja sama seperti kesepakatan yang telah dicapai antara BYB dan Akulaku," ujar William.

    Baca: Jokowi Dinilai Tak Perlu Angkat Menteri Ekspor dan Investasi

    Lebih lanjut, Denny Novisar dana hasil investasi akan diprioritaskan penggunaannya untuk penyaluran pinjaman baru dengan pola penyaluran yang benar-benar penuh dengan terobosan. Menurut dia, kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Fintech dan produk yang bisa diakses secara online adalah strategi yang akan dijalankan BYB di 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.