Cek Program Investasi Sosial, Sri Mulyani dan Basuki ke Banten

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), Gubernur Maluku Said Assagaff (kedua kanan), Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Petrus Fatlolon (kedua kiri) dan Wakil Bupati MTB Agustinus Utuwaly (kiri) meresmikan jembatan Leta Oar Ralan di Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Kamis 10 Januari 2019. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), Gubernur Maluku Said Assagaff (kedua kanan), Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Petrus Fatlolon (kedua kiri) dan Wakil Bupati MTB Agustinus Utuwaly (kiri) meresmikan jembatan Leta Oar Ralan di Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Kamis 10 Januari 2019. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan menginisiasi program sinergi bersama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dalam bentuk pemberian bantuan pinjaman bagi pelaku usaha kecil dan mikro bagi masyarakat desa. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau program pemerintah itu di Kampung Pojok, Desa Sindang Sari, Serang Banten.

    Baca: Sri Mulyani Pastikan Kenaikan Gaji PNS Cair April 2019

    Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti mengatakan program itu, di antaranya Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), penyediaan air bersih oleh Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS), dan Program Listrik Desa oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) Persero. "Program ini diharapkan dapat memperkuat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa," kata Nufransa dalam keterangan tertulis, Jumat, 15 Maret 2019.

    Nufransa mengatakan, kegiatan itu untuk menunjukkan bagaimana investasi berdampak sosial atau Social Impact Investment (SII) bekerja. Dia berharap hal itu dapat digunakan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Masyarakat di Kampung Pojok Desa Sindangsari mewakili kelompok masyarakat yang menerima manfaat program SII tersebut.

    SII merupakan suatu bentuk investasi yang mengupayakan terbentuknya dampak sosial seiring dengan keuntungan finansial. Beberapa bentuk SII antara lain pembiayaan UMi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

    Program pembiayaan UMi diluncurkan oleh Kemenkeu pada pertengahan tahun 2017. Sampai saat ini, kata dia, program itu, telah menjangkau 34 provinsi dan hampir 540 kabupaten/kota. Pembiayaan UMi yang telah disalurkan hingga tahun 2018 sebesar Rp2,1 triliun kepada 846.572 usaha mikro. Di Provinsi Banten, dana yang telah disalurkan sebesar Rp90,5 miliar kepada 32.538 usaha mikro.

    Sementara itu, kata Frans, sebesar Rp15,8 miliar pembiayaan UMi telah disalurkan kepada 5.888 usaha mikro. Sasaran pembiayaan UMi adalah masyarakat yang baru mulai usaha mikro dan membutuhkan modal kecil maksimal Rp 10 juta serta belum dapat terfasilitasi oleh perbankan. 

    Baca juga: Perajin Bata Taat Bayar Pajak, Sri Mulyani Terharu

    Nufransa juga mengatakan, pemerintah memberi dukungan pembiayaan yang terjangkau melalui skema KUR. Untuk Wilayah Banten sendiri, KUR telah disalurkan sebesar Rp 7 Triliun kepada 243 ribu UKM. Sebesar Rp 660 Miliar dana KUR disalurkan kepada 23.372 UKM di Serang.

    Acara dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) antara lain Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BTN, Bank BNI, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT PLN (Persero), dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pandeglang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.